NABIRE - Pemerintah Provinsi Papua Tengah berkomitmen untuk mengoptimalkan potensi sektor pertanian dan perkebunan demi kesejahteraan masyarakat secara menyeluruh. Langkah strategis ini mencakup pembenahan dari tingkat hulu hingga hilir agar hasil bumi daerah dapat dikelola secara mandiri dan profesional.

Dalam arah kebijakan pembangunan ke depan, pemerintah daerah menempatkan sektor pangan dan komoditas unggulan sebagai prioritas utama. Pendekatan ini dinilai lebih berkelanjutan dibandingkan ketergantungan pada hasil tambang semata, mengingat kebutuhan pangan adalah fondasi utama kehidupan masyarakat.

Sebagai langkah awal penataan, pemerintah berfokus pada penguatan kelembagaan kelompok tani agar terorganisasi dengan baik di dalam wadah koperasi. Melalui sistem koperasi yang tertata, proses pembinaan, penyaluran bantuan serta distribusi hasil panen dapat berjalan dengan lebih terarah dan adil.

Guna memastikan peningkatan produktivitas, pemerintah telah menggandeng tim tenaga ahli dan pendamping profesional untuk mendampingi para petani. Pendampingan ini bertujuan untuk mengubah kebiasaan lama menjadi metode kerja yang lebih efektif dan efisien demi kemajuan bersama.

Program penanaman kopi secara masif juga diiringi dengan pemberian insentif yang menarik bagi para petani. Kebijakan ini dirancang untuk memberikan penghargaan langsung berdasarkan jumlah pohon yang ditanam, sehingga semangat kerja masyarakat dapat terus terjaga dan meningkat.

Selain komoditas kopi yang telah dikenal luas, pemerintah turut memberikan perhatian khusus pada pengembangan tanaman teh di wilayah Kabupaten Deiyai. Keberhasilan perintis lokal dalam membudidayakan tanaman teh seluas dua hektar mendapat apresiasi tinggi sebagai bukti nyata potensi daerah yang luar biasa.

Untuk melindungi kesejahteraan petani dari praktik pedagang perantara yang merugikan, pemerintah menyiapkan sistem jaringan kerja yang terpadu. Penguatan jaringan ini bertujuan untuk menjaga stabilitas harga pasar dan memotong rantai distribusi yang selama ini sering merugikan para produsen lokal.

Pembangunan infrastruktur pendukung juga menjadi bagian penting dari rencana besar ini, termasuk perbaikan fasilitas penyimpanan dingin (cold storage) dan pelabuhan nelayan. Langkah ini diambil untuk memastikan hasil pertanian, perkebunan dan perikanan dapat tersimpan serta terdistribusi dengan baik.

Gubernur Papua Tengah, Meki Nawipa, S.H., menegaskan kemandirian pangan adalah kunci utama kemajuan suatu daerah.

“Orang makan baru bisa kerja, orang makan baru bisa cari emas, orang tidak makan dia mati,” ujar Gubernur saat diwawancarai awak media di Aula KSK, Kamis (29/10/2026).

Melalui berbagai program terpadu yang telah dicanangkan, Pemerintah Provinsi Papua Tengah optimistis dapat membawa perubahan positif yang signifikan bagi kesejahteraan masyarakat. Stabilitas ekonomi kerakyatan akan terus dibangun secara bertahap demi mewujudkan kemandirian pangan yang berkelanjutan. (amd)