NABIRE - Pasar Yaro yang dibangun pemerintah di pinggir Kali Kondisi (Yaro) terlantar.  Akibatnya los pasar tersebut nyaris tertutup dengan rerumputan dan tali temali. 

Menurut pantauan media ini, Kamis (25/3) los pasar yang dibangun pemerintah terlantar sehingga rerumputan di pinggir bangunan mulai merambat ke lantai los pasar.  Demikian juga tali temali sudah masuk merambat hingga hampir menutup sebagian lantai. 

Akibat terlantarnya los tersebut, diduga dimanfaatkan orang untuk santai. Hal ini terlihat dengan bekas tungku dan sisa-sisa ludah pinang. 

Beberapa warga saat ditemui mengatakan tidak tahu bahwa bangunan tersebut sebagai los pasar. Karena bangunannya di luar lokasi pemukiman masyarakat. Sementara itu warga lain menuturkan belum diresmikan sehingga pemerintah mengajak jualan di los pasar tersebut. 

Warga juga menyangsikan los tersebut akan dimanfaatkan sebagai pasar.  Karena lokasi jauh dari pemukiman warga dan sepi sehingga tidak menjamin akan aman. Sekalipun lokasinya agak dekat dengan Pos Polisi Yaro. 

Dua warga yang ditemui secara terpisah mengatakan apabila pemerintah membangun los pasar untuk masyarakat, bangun di tengah masyarakat dan di depan jalan raya. Jangan di luar pemukiman.  Kalau di luar pemukiman warga siapa yang akan pergi di tempat sepi begitu. 

Menurut pantauan media, tidak ada aktivitas pasar tradisional di Kampung Taro 1. Kampung yang ada pasar tradisional dan ada kegiatan tiap hari hanya di Kampung Taro 2. Namun pemerintah tidak membangun los pasar di Taro 2 yang saban hari ada kegiatan pasar tetapi pemerintah membangun di luar permukiman warga di Taro 1.

Apabila pemerintah tidak mempercepat penggunaan Los Pasar di Yaro 1, bakal akan senasib dengan los pasar di Karadiri dan Kabari yang mubazir. Dan dua los pasar masing-masing di Karafiri 1 dan Lagari hingga kini terlantar. (ans)