Pasca Pencurian, Pasien Minta Peningkatan Pengamanan di RSUD
NABIRE - Dengan adanya aksi pencurian dengan modus paksaan serta penyamaran sebagai keluarga pasien di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Nabire
Bagikan
NABIRE - Dengan adanya aksi pencurian dengan modus paksaan serta penyamaran sebagai keluarga pasien di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Nabire, salah seorang pasien di ruangan Pria (dulunya ruangan OK) Adolof Insyur meminta agar pihak RSUD berkoordinasi dengan aparat kepolisian dan Satpol PP Setda Nabire. Sehingga dilakukan peningkatan pengamanan ekstra ketat di setiap malam saat pasien dan keluarga sudah terlelap tidur. Sebab ada pencuri yang datang langsung masuk ruangan dan duduk disamping pasien yang tidur seakan keluarga pasien sambil memantau semua pasien dalam ruangan yang sedang tidur dan mulai melakukan aksinya. Seperti yang dilakukan oleh salah seorang pencuri pada malam Rabu pekan ini di ruang Inap Pria (OKA lama), dimana awalnya si maling masuk dan duduk pada ruangan kedua setelah gagal di ruang pertama yang ditegur langsung oleh Adolof Insyur, sehingga di ruangan kedua si maling masuk dan duduk beberapa saat lalu memainkan aksi pencurian. Dikatakan Adolof Insyur kepada Papuapos Nabire, Rabu (17/1), di RSUD Nabire, di rumah sakit pasien setelah diobati oleh para medis, maka kami butuh istirahat yang banyak sesuai anjuran petugas medis, sehingga diharapkan ada peningkatan pengamanan di seluruh ruangan RSUD Nabire. Sebab, selaku pasien yang sudah satu pekan opname di RSUD Nabire melihat aksi para maling ini selalu saja mencari kesempatan dengan memantau petugas keamanan dari Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) dan juga para maling ini menyamar sebagai keluarga pasien agar tidak dicurigai oleh petugas medis jaga malam maupun kelurga pasien yang lain. Sehingga solusi untuk membatasi ruang gerak para maling yang suka memainkan aksinya di RSUD Nabire pada malam hari di jam-jam kecil, hanya dengan cara peningkatan pengamanan di setiap ruangan yang ada pasien yang sepi dan setiap tamu yang masuk ruangan harus dicek langsung oleh petugas bersama pasien yang ada untuk membuktikan apa ada hubungan keluarga atau tidak. Sebab, aksi pencurian yang dilakukan oleh oknum-oknum tak bertanggung jawab ini hanya untuk menyusahkan masyarakat yang sedang sakit di RSUD Nabire. “Masyarakat yang sakit setelah diobati lebih banyak diarahkan petugas medis untuk istirahat, sehingga jam istirahat mereka tidak harus diganggu dengan aktifitas maling,” saran Insyur. (des)
Bagikan artikel ini



