Pasien Cuci Darah Terancam Tak Dapat Cairan
NABIRE – Terdapat empat pasien hemodialisa (cuci darah) di Nabire yang saat ini terancam tidak bisa mendapatkan cairan dianeal Continu
Bagikan
NABIRE – Terdapat empat pasien hemodialisa (cuci darah) di Nabire yang saat ini terancam tidak bisa mendapatkan cairan dianeal Continuous Ambulatory Peritoneal Dialysis (CAPD). Keempat pasien itu setiap harinya memerlukan cairan khusus untuk dimasukan dalam badan mereka.Dikhawatirkan, jika kondisi penutupan jalur transportasi ke Nabire terus dilakukan, tentu akan mengancam stok cairan medis dan akan berpengaruh terhadap kondisi kesehatan pasien.Seorang pasien, JA mengatakan, cairan medis tersebut hanya bisa dikirim via kapal laut atau kapal terbang dari Jayapura. Dan saat ini, pihaknya kebingungan karena stock setiap hari semakin berkurang. “Kami khawatir dengan kondisi ini,” ujarnya melalui WhatsAppnya, Sabtu (4/4/2020).Dijelaskan, dalam sehari, pergantian cairan dilakukan sebanyak empat kali. Kemudian setiap bulannya mereka mendapat jatah dari RSUD Nabire sebanyak 120 bag.“Cairan terakhir tanggal 9 Maret untuk jatah April belum terkirim. Kami mulai menipis. Padahal minggu depan jadwalnya ambil cairan,” ujar pasien cuci darah sejak 12 Desember 2017 ini.Pasien cuci darah lainnya, YTP mengatakan, mereka belum mendapatkan kabar kepastian kapan ada cairan didapat. Sebab kabarnya tidak ada cairan yang diikutkan bersamaan dengan pesawat yang mengangkut APK.“Belum ada kepastian kapan ada cairan untuk kami berempat,” katanya.Di tempat terpisah, Plt. Rumah sakit Umum Daerah Nabire, Steven Mareku via selulernya saat dihubungi membenarkan jika stok cairan untuk keempat pasien tersebut semakin menipis.“Stok cairan di RS untuk cuci darah menipis. Kami sedang berupaya untuk mendatangkan,” ujarnya singkat. (pas)
Bagikan artikel ini



