Pastor Injonito: Melayani dengan Penuh Kasih
NABIRE - Melayani dengan penuh kasih ini kualitas yang penting menenpatkan hati didalam setiap pelayanan dan gereja saat ini adalah bukan tu
Bagikan
NABIRE - Melayani dengan penuh kasih ini kualitas yang penting menenpatkan hati didalam setiap pelayanan dan gereja saat ini adalah bukan tutup pintu, tapi buka pintu terus. Kalau gereja buka pintu itu, pintu iman untuk umat untuk melayani dengan kasih.Demikian diungkap Pastor Paroki Santo Yosep Nabire Barat, Pastor Injonito Da Krus, Sch.P, di sela-sela kegiatan Kursus Evacelisasi Pribadi (KEP), yang dilaksanakan Minggu (12/5) bertempat di aula Paroki Santo Yosep Nabar, sekitar pukul 15.30 WIT kemarin.Pastor ketika memberikan materi tentang pengenalan Alkitab menyampaikan, umat juga ada keinginan, kerinduan untuk sabda Allah sehingga kami ingatkan semua pelayan, ketua kring, paroki, pewarta serta pastor iman kita dan agama kita dapat diberikan atau dilayani pelayanan yang setia kepada umat itu dengan serius dan bijaksana.“Doa apa saja harus diberikan kepada umat, kita langsung pergi berkunjungi ke tempat mereka dimana berada dan tinggal. Tugas dan tanggung jawab kita sebagai pelayan umat tahu doa atau tidak tahu doa itu bukan suatu kekurangan, tapi kita semua belajar. Terpenting niat dan kemauan kita serta semangat didalam hati, lalu kita laksanakan amanah pekerjaan Tuhan bersama,” katanya.Selaku Ketua Kring banyak yang menganggap remeh, padahal jabatannya lebih tinggi dari jabatan bupati, Kadistrik, Kakam dan lain sebagainya. Sapa pastor demikian ini jabatan surga, bukan jabatan dunia lagi sehingga saudara-saudari sebenarnya kalian yang telah miliki itu bangga dan senang. Kerja dan layani umat dengan penuh kasih yang damai mencari domba dimana dia tinggal dan berada. Anda mendapat tugas dan mandat dari Kristus oleh gereja, ketika mengembalakan umat paling bawah membangun hubungan umat dengan hubungan Tuhan. Itu sangat penting bapak ibu, kamu akan lihat orang mendapat mandat Tuhan, tapi tidak melaksanakan dengan baik itu hidup kehidupan diri, keluarga dan kepada sesama.Selanjutnya, karena kedamaian dan ketenangan didalam diri, keluarga dan sesama tidak ada dihati hingga terjadi cepat tersinggung, emosi, gensi, egosi dan lain sebagainya hanya masalah sepele saja kita tersinggung cepat, karena anda terpecah bela dengan gereja tapi pola hal itu diharapkan dapat ditinggalkan lalu berubah pola pikir yang baru dan kamu bangga jabatan surga yang diberikan mandatnya laksanakan dan mencari domba yang hilang.“Tugas orang tua adalah cara bagaimana supaya anak-anak kita ini menjadi manusia mulai berpikir dari sekarang agar para orang tua, begitu ketika anak tersebut besar, orang tua tidak mengalami kesulitan dalam segala hal, terutama dalam iman, moral dan spiritual anak itu kedepannya,” pungkasnya. (modes)
Bagikan artikel ini



