NABIRE - Atas nama Uskup Timika Administrator Diasosesan Pastor Marthen Kuayo Pr, Pastor Paroki St. Yosep Nabire Barat, Pastor Injonito Gerry Da Krus SCHP secara resmi melantik pengurus Dewan Pastoral Paroki, Stasi, Wilayah, Kring, dan kelompok kategorial lainnya, periode 200-2023  di Gereja Katolik Paroki St. Yosep Nabar, Rabu (26/5/21).

Pelantikan diawali dengan perayaan misa ekaristi dipimpin Pastor Paroki. Pada kata pengatar mengatakan, pada hari ini kita bergembira secara rohani dan secara jasmani atas nama Uskup Timika Pastor Paroki melantik Dewan Pastoral Paroki baru di Paroki kita.

Pastor Paroki dalam khotbanya menyampaikan, segala urusan duniai bisa diprotes tetapi urusan masuk surga tidak ada orang yang protes kepada Yesus Kristus. Urusan tugas dunia mencari nama baik, kita cocok atau bayar para pejabat petinggi tapi soal masuk surga entah siapapun tidak bayar kepada Yesus Kristus.

Dikatakan, siapapun kita bayar kepada Yesus adalah individu yang berdoa setiap saat. Kita baca Firman Tuhan, keluarga bapa, istri anak-anak duduk bersama keluarga berdoa tiap hari, berdoa bersama dengan umat, pembinaan doa-doa kepada anak-anak itu yang kita lakukan setiap saat dimana kita tinggal pasti kita sudah bayar kepada Yesus.

“Kita saling kunjungi sama umat, wilayah, stasi, dan kombas masing-masing keluarga di rumah mereka. Disitulah Yesus hadir bersama kita. Jadi jangan kita sepelekan ini tugas berat buat kita semua.  Terutama adalah pengurus gereja yang akan dilantik masuk kunjungi di rumah umat karena umat butuh kedatangan pengurus gereja,” ujarnya. 

Lebih lanjut dikatakan, petugas gereja sembayang setiap hari minggu di gereja saja tanpa pernah kunjungi umat di rumah-rumah mereka itu hanya formalitas belaka. Hal ini bisa berimbas muncul saling kebencian, kemarahan, kekecewaan dan lain sebagainya.

“Hal-hal yang perlu kita lakukan sama umat di Paroki kita adalah semua umat dirangkul bersama, kasih kepada sesama, saling mendamaikan, saling menciptakan ketenangan, keharmonisan, kebersamaan, dan lain sebagainya yang kita lakukan di dalam kehidupan kita pasti kita sudah bayar tiket masuk surge,” ujarnya. 

Dirinya mengharapkan kepada semua pihak untuk tidak menanamkan dihatinya orang besar sehingga tidak perlu duduk bersama dengan umat di rumah-rumah mereka. Katanya, umat rindu Tuhan, pastor, dewan gereja, stasi, wilayah, kombas diharapkan untuk mengunjungi rumah umat membawa berkat besar bagi umat dia akan senang.

“Kita selalu tersisihkan hal-hal kecil itu lalu baku tanding kegiatan maupun bangunan yang besar-besaran saja yang kita lakukan. Tetapi Yesus tidak butuh kekayaan, kemegahan, kemewahan. Yesus butuh adalah cinta kasih, pelayan mengunjungi umat melayani dari rumah, gereja dan Paroki bukan dilayani,” tegasnya.

Seusai perayaan ekaristi dilanjutkan arahan singkat yang disampaikan Ketua Dewan Paroki, Marselus Kotouki. Dirinya mengatakan, selama berapa bulan ini umat benci karena tidak jalankan tugas dewan tapi kita semua sudah tahu situasi dan kondisi Covid-19 yang mendunia.

“Saya selaku ketua ada baju tapi tidak ada celana dan lain sebagainya. Tapi pada hari ini saya bersama jajaran kita sudah pakai pakaian lengkap hingga umat bersama dewan kita membangun mulai dari bawah kombas, stasi, wilayah dan Paroki, kombas baik, stasi baik, stasi baik wilayah baik, wilayah baik Paroki baik,” tuturnya. (modes)