Pdt. Daniel : Menikahi Berarti Menerima Karakter Pasangan
NABIRE - Riwayat khotbah Pdt. Daniel Alexander salah satu khotbahnya, ia mengajak agar setiap orang mau menikah, harus menerima karakter pas
Bagikan
NABIRE - Riwayat khotbah Pdt. Daniel Alexander salah satu khotbahnya, ia mengajak agar setiap orang mau menikah, harus menerima karakter pasangan dalam susah dan senang. Pdt. Daniel Alexander yang berkediaman di Pondok Betlehen bersama istrinya Mami Lois, sejauh ini mereka tetap setia untuk melayani anak-anak Papua maupun suku mana saja yang dari luar Papua bersama ketua Yayasan Pesat Nabire Pdt. Edo serta Keluarga Besar Komunitas Pesat, baik para guru, pengusaha dan lainnya. Secara internal Pdt. Daniel Alexander disetiap khotbahnya dirinya selalu memberikan motivasi pengawasan kepada kalangan komunitas untuk setiap menikah harus menerima karakter pasangan dalam keadaan apapun susah dan senang. Karena Tuhan itu yang menentukan jodoh setiap manusia, oleh sebab itu dalam firman Tuhan, kata Pdt. Daniel Alexander satu-satunya Alkitab yang mau mengajar manusia itu supaya harus menerima resiko pasangan suami istri awal kawin hingga akhir harus tetap setia, karena manusia hidup itu pasti punya masalah, ada saatnya manusia itu gembira, ada saatnya juga manusia itu susah, jalan keluarnya bagaimana, bagi para pasangan suami istri harus menerima kekurangan masing-masing dan saling mengisi, hal ini juga ditegaskan oleh dr. Aan Budi Susanto saat kegiatan SPK di GBI Karang Mulia. Lanjut selain memberikan motivasi kepada suami istri yang tetap menjaga keharmonisan sehingga menjadi contoh bagi anak-anaknya, kuncinya satu selalu mendekatkan diri sama Tuhan. Dan jaga hubungan dengan semua orang, tanpa mengenal latar belakang suku dan agama, karena semua manusia itu adalah karya Tuhan ujar Pdt. Daniel Alexander. Pdt. Daniel Alexander juga disetiap pelayannya selain mengajak tentang pendidikan karakter keluarga ia juga memperhatikan anak-anak terlantar, baik di Papua maupun di luar Papua bahkan sampai di luar negeri, bukan harta yang ia tunjukan kepada mereka, tetapi sifat kasih yang diajar oleh Tuhan Yesus Kristus kepadanya, ia selalu memberi makan, membiayai pendidikan sekolah baik yang dalam kursi pendidikan, maupun yang putus sekolah dan terlantar. Hal inilah yang menjadi panggilannya sesuai dengan perintah Roh Kudus. Bagaimana menjadi orang yang bisa paham masalah, jangan melihat orang dari kekurangannya, tapi belajarlah perlahan-lahan untuk menunjukkan sikap kasih, sikap ini yang di praktekkan oleh Pdt. Daniel Alexander. Banyak anak-anak terlantar baik dari tukang sapu, kuli bangunan, Pdt. Daniel Alexander selalu memberikan harapan dengan mengembalikan harga diri mereka dengan mengajaknya harus sekolah, ataupun kuliah pasalnya Tuhan sudah memberikan akal budi kepada manusia, oleh sebab itu Tuhan butuh bantuan manusia untuk memperhatikan manusia yang lain yang gagal hal ini telah dilakukan oleh Pdt. Daniel Alexander. Selain sekolah-sekolah di Nabire tak ketinggalan komunitas Yayasan Pesat juga telah memperhatikan membantu dan membimbing anak-anak Papua maupun non Papua, agar tetap mendapat hak untuk belajar, sehingga mereka bisa memtik hari depan mereka dengan baik lewat fungsi pendidikan, dan juga komunitas Yayasan Pesat bersama seluruh pengusaha juga membuka lapangan pekerjaan bagi angka pengangguran. Itulah yang selama ini telah laksanakan di Kabupaten Nabire, Hidup Pelayanan Pesat di Kabupaten Nabire bersama, bersatu melayani untuk menjadi berkat bagi semua orang, sambil menunggu masa kedatangan Yesus Kristus yang kedua kali. (ist)
Bagikan artikel ini



