Pelatih Berlinsensi C Yang Tersembunyi
TAK banyak yang kenal. Ternyata dari sekian pelatih sepak bola di Nabire, diantaranya sudah mengantongi lisensi kepelatihan dari organisasi
TAK banyak yang kenal.
Ternyata dari sekian pelatih sepak bola di Nabire, diantaranya sudah mengantongi lisensi kepelatihan dari organisasi sepakbola Asia Tenggara, AFC.
Namanya sebagai pelatih sepak bola, tidak sepopuler lisensi yang dikantonginya.
Namun, sepadan dengan sertfikat pelatih yang diraih, dia juga berhasil mengantar Persinab, PS Dogiyai dan PS Deiyai sebagai juara kompetisi Liga sepak bola se wilayah Papua.
Berdasarkan pengalamannya mengolah si kulit bundar bersama Persinab Nabire dan PS Bandar Lampung, dia juga berhasil menyumbangkan seorang pesepakbola dari Nabire.
Ricky Kayame yang kini berkelana di beberapa klub sepak bola tanah air, merupakan hasil polesannya ketika melatih Koteka Putra di Nabire.
Sosok yang tampil sederhana, Gad Tekege menjadi seorang pelatih sepak bola di Nabire dan Gad merupakan satu-satu pelatih berlinsensi C dari AFC yang dimiliki Nabire.
Pengalamannya mengolah si kulit bundar di lapangan hijau, sekembalinya dari Bandar Lampung, membaginya kepada kaum remaja di daerah ini.
Klub Koteka Putra–Nabire, merupakan klub perdana yang ditangani Gad, putera Diyai ini.
Hasil binaannya, Ricky Kayame sudah membela beberapa klub sepakbola kasta nasional yang berlaga di dalam kompetisi bergensi di tanah air.
Sebagai anak daerah, kepeduliannya kepada “anak-anak aibon” cukup besar.
Karena, Gad berhasil merekrut 8 pemain dari kelompok remaja “terlupakan” itu.
Dari 8 remaja tersebut, lima diantaranya merupakan pemain Koteka Putra di Nabire.
Selain melatih Koteka Putra, Gad kini dipercayakan sebagai pelatih PS Bhayangkara.
Berkat suksesnya membawa Persinab sebagai juara Kompetisi Liga III Papua, Gad juga pernah ditunjuk sebagai pelatih di PS Deiyai dan hasilnya meraih juara.
Demikian juga ketika menangani PS Dogiyai, asah taktik pelatih Gad Tekege, PS Dogiyaipun juara.
Menyinggung soal pembinaan “anak-anak aibon” di kota Nabiire, Gad menilai, sepak bola merupakan salah satu sarana yang bisa mengarahkan mereka.
Kedenderungannya dengan aibon akan mulai berkurang ketika direkrut ke dalam klub-klub sepak bola, apalagi dipercayakan sebagai pemain.
Selain itu, kompetisi sepakbola juga merupakan ajang pembinaan generasi muda di daerah ini.
Namun, pelatih berlisensi C dari AFC ini menilai kompetisi sepak bola di daerah kurang sehingga penyaluran bakat dan minat dari generasi muda di daerah ini di bidang sepakbola masih kurang.
Oleh sebab itu, Gad mengusulkan sebaiknya perbanyak kompetisi sepakbola untuk menggali potensi generasi muda di daerah dalam mengolah si kulit bundar di lapangan hijau.
Woh, Nai Koyao. (ans)
Bagikan artikel ini



