Peletakan Batu Pertama Gedung Gereja GKII
NABIRE - Peletakan batu pertama pembangunan gedung gereja GKII wilayah III Papua Jemaat Sion Wogeikebo Distrik Mapia Timur, Kabupaten Dogiya
NABIRE - Peletakan batu pertama pembangunan gedung gereja GKII wilayah III Papua Jemaat Sion Wogeikebo Distrik Mapia Timur, Kabupaten Dogiyai Jumat (5/2) di Kampung Wogeikebo terlaksa aman dan lancar.
Demikian disampaikan salah satu tokoh intelektual Kampung Wogeikebo dan Kampung Obaikagopa, Whihelmus Magai, S.KM juga selaku Kapus Bomomani Mapia.
“Ibadah peletakan batu pertama akan dipimpin oleh Pdt. Misal Magai,S.Th dalam renungan Firman Tuhan mengatakan hari ini kita melaksanakan dua kegiatan yang sangat penting bagi kita jemaat Sion Kampung Wogeikebo dapat merayakan injil masuk di Tanah Papua dan sekaligus kita letakan batu pertama pembangunan gedung gereja kita hingga semua pihak dapat ambil bagian dan dapat dilaksanakan bergotong royong bersama mengerjakan pembangunan pekerjaan Tuhan,” ujarnya Selasa (9/2) malam melalui telepon selulernya.
Lebih lanjut dikatakan, misonaris mereka bawa agama untuk melayani pelayanan di Pulau Papua.
Baik itu dari Papua pegunungan dan Papua pantai adalah membawa injil Tuhan untuk membagi-bagi kepada umat Tuhan agar bisa terima.
Dan dapat merenung inspirasi modal hidup keselamatan manusia Papua yang diberkati oleh Tuhan.
Sehingga pegang dan tekun memegang injil Tuhan merupakan kekuatan keselamatan kita.
“Hingga tugas kita adalah ajak anak-anak baca Alkitab, doa, pergi ke gereja dan lain sebagainya.
Karena anak-anak ini adalah generasi penerus masa depan gereja di tangan mereka hingga diajak sejak kecil agar begitu mereka besar bisa ambil bagian didalam gereja.
Karena anak-anak ini tulang punggung gereja ini membangun gereja mandiri oleh jemaat yang ada di kampung itu sendiri jadi anak-anak ajak berperan aktif dalam gereja, sekolah dan orang tua dalam keluarga,” tuturnya.
Seusai ibadah, Whihelmus Magai mengatakan, pembangunan gedung gereja merupakan sarana terpenting bagi umat Tuhan bisa membangun secara bersama dapat membutuhkan ulurangan tangan dukungan dan doa kepada semua pihak dalam setiap keluhan umat agar Tuhan membuka jalan dapat berkat berlimpah sebab umat atau jemaat dapat dikerjakan pekerjaan Tuhan sendiri punya rumah yang meletakan batu pertama pada kesempatan ini.
Diharapkan kepada semua jemaat Sion tidak boleh berkotak-kotak atau pilih memilih satu sama lain jangan dilakukan tapi mulai bersatu membanun gereja dan iman moral yang baik dan benar dilaksanakan pekerjaan diladang Tuhan disitulah ada jalan keselamatan bagi kita hingga selaki kita masih hidup dekat dengan Tuhan adalah doa,gereja dan lain sebagainya yang bisa dapat berkenang di hati Tuhan itulah yang kita lakukan,”pungkasnya (modes)
Bagikan artikel ini



