NABIRE - Bertempat di SP1 Distrik Nabire Barat, Rabu (19/1) telah dilaksanakan peletakan batu pertama pembangunan gedung Gereja Kemah Injil Papua (GKIP) Jemaat Antiokhia Klasis Wanggar.

Turut dihadiri dalam kesempatan tersebut Sekretaris Sinode Provinsi Papua, Bupati Intan Jaya diwakili oleh Ketua DPRD Intan Jaya, Bupati Puncak Jaya diwakili oleh Kadistrik Puncak Jaya, Ketua Lembaga Adat Suku Wate wilayah Wanggar, perwakilan Kapolsek Nabar, Bupati Nabire diwakili Kepala Kampung, Bupati Waropen diwakili salah satu stafnya, Kepaka Suku D3N dan para Jemaat Antiokhia serta denominasi gereja lainnya.

Kegiatan peletakan batu pertama diawali dengan lagu puji-pujian yang dinyanyikan bersama, dilanjutkan doa pembukaan dipimpin oleh hamba Tuhan.

Atas nama Badan Musyawarah Adat Suku Wate Kabupaten Nabire, mengucapkan terima kasih banyak atas undangan tertulis yang telah diterima untuk menghadiri resepsi peletakan batu pertama pembangunan gedung Gereja Kingmi di tanah Papua, Jemaat Antiokhia Klasis Wanggar.

  Kami juga dapat memberikan dukungan dan doa restu penuh kepada panitia penyelenggara untuk melakukan peletakan batu pertama pembangunan gedung gereja baru Jemaat Antiokhia.

Untuk itu, selaku Kepala Suku Adat Wate Wilayah Wanggar terkait status tanah gereja ini kami sudah dilaksanakan Musyawarah Adat Suku Wate Kabupaten Nabire dan telah menyeluarkan surat pelepasan tanah adat untuk dapat dibangun gedung gereja ini dan hari ini secara resmi diserahkan secara langsung oleh Ketua Panitia Yopi Wonda.

Tanah dimana bangun gereja tidak ada masalah karena kami dewan adat dan badan pengurus serta badan musyawarah adat Kabupaten Nabire telah memberikan surat pelepasan adat untuk pembangunan gedung gereja ini.

Selanjutnya ibadah singkat yang dipimpin hamba Tuhan dalam renungan firman Tuhan mengatakan perintah Tuhan itu seperti banyak hal yang akan memberikan anak cucumu bintang-bintang, seperti di langit dan pasir-pasir di tepi laut, itu perjanjian dengan satu syarat kalau memberikan barang-barang itu satu syarat memelihara kebenaran, memelihara firman Tuhan.

Usai ibadah dilaksanakan kegiatan peletakan batu pertama pembangunan gedung gereja baru yang disediakan oleh panitia sebelumnya.

Selesai peletakan batu pertama diakhiri dengan doa penutup sekaligus doa makan bersama.

Seusai kegiatan dimaksud, Ketua Panitia Pembangunan, Yopi Wonda menjelaskan selaku ketua sangat mengapresiasi atas kerjasama yang baik dari semua pihak.

“Ini rencana Tuhan hingga saya yakin dan percaya bahwa pembangunan ini dapat terlaksana dengan baik, sebab diawal peletakan batu pertama saja uang terkumpul atau masuk senilai Rp.1 miliar.

Ini berkat dari Tuhan tetap mengalir sehingga kami bangun dalam waktu cepat supaya jemaat bisa beribadah,” pungkasnya. (modes)