Pembukaan Penerbangan, Simulasi Digelar
NABIRE - Menuju era new normal, Bandar Udara (Bandara) Douw Aturure Nabire, Rabu (01/07/2020) sore menggelar kegiatan simulasi pembukaan&nbs
NABIRE - Menuju era new normal, Bandar Udara (Bandara) Douw Aturure Nabire, Rabu (01/07/2020) sore menggelar kegiatan simulasi pembukaan penerbangan setelah sempat ditutup karena pandemi Covid-19.
Hadir pada kesempatan tersebut, Bupati Nabire, Kapolres, Kabandara dan tim gugus tugas Covid-19 Kabupaten Nabire.
Ketua Harian Gugus Tugas Covid-19, Viktor Vun pada kesempatan itu menyampaikan, pada hari ini dengan rencana atau telah diberlakukannya orang keluar masuk melalui Bandara Nabire, maka berkaitan dengan itu perlu disiapkan beberapa agenda termasuk sampai pada hari ini dibawah pimpinan daerah kita akan melakukan simulasi orang keluar masuk berdasarkan surat edaran pemerintah.
“Saya melaporkan kepada bapak bupati bahwa pelaksanaan simulasi pada hari ini tetap semua mengacu pada protokol Covid-19 yang sudah disiapkan secara maksimal oleh kepala bandara yang merupakan bagian dalam pencegahan Covid 19,” katanya.
Kami harapkan dengan mekanisme serta prosedur yang akan kita lakukan kedepan, lanjutnya, termasuk hal-hal sekecil apapun kita bisa menutupi kekurangan-kekurangan yang akan kita alami, sehingga tidak lagi membuat peraturan terbaru setelah kita buka Bandara ini.
Jubir Covid-19 Nabire, dr Frans Sayori menyampaikan, ada beberapa hal sesuai dengan protokol kesehatan di Bandara yang ingin kami sampaikan untuk menjadi perhatian kita semua, seperti protokol kesehatan yang harus dilakukan di Bandara guna memastikan seluruh area umum dan transportasi umum.
Artinya, terang dia, seluruh area di Bandara Nabire ini harus dilakukan atau nantinya disiapkan ruang isolasi sebagai tempat memperbaiki dan pengecekan dokumen perjalana atau informasi reguler yang menyesuaikan pola operasional yang masuk dan keluar Bandara dengan tepat berdasarkan protokol keksehatan dan cara pencegahan serta melakukan penyemprotan disinfektan terhadap bagasi penumpang yang tercatat.
Sementara itu, Bupati Nabire Isaias Douw, menegaskan, kepada semua masyarakat yang hendak berpergian keluar menggunakan jasa penerbangan udara, harus berdasarkan surat izin dari bupati.
“Saya minta masyarakat harus lebih disiplin hidup dalam era new normal.
Tetap patuh terhadap imbauan Pemda jangan lupa berdoa.
Soal buka dan tidaknya askes penerbangan dan pelabuhan laut, tidak bisa saya ambil keputusan sendiri.
Akan tetapi harus melalui keputusan bersama dengan para bupati asosiasi Meepago.
Sehingga kami buka dulu akses penerbangan udara, sedangkan akses laut tetap kami tutup,” tekannya.
Sementara itu, di kesempatan yang sama, Kabandara mengulas tentang apa itu simulasi atau alur dalam simulasi, yakni simulasi perlu kita adakan karena penerapan peraturan protokol kesehatan.
Kami perlu menguji, tambahnya, bahwa dalam kondisi normalnya itu penumpang hanya diperiksa identitas dan tiketnya, namun untuk saat ini diperlukan yang namanya memenuhi syarat-syarat keamanan penerbangan, sehingga keamanan dan keselamatan penerbangan.
Barulah, diperbolehkan naik pesawat.
Sehingga, lanjut Kabandara, ada peralatan tambahan yang harus dilaksanakan untuk masuk dan keluar.
Maka harus kita pastikan benar-benar kepada calon penumpang yang akan berangkat dan penumpang yang datang itu betul-betul ikuti semua protokol kesehatan.
Untuk itu, dalam rangka sosialisasi dan untuk merubah kebiasaan dari penumpang maupun calon penumpang ini akan terjadi, inilah yang kita mau lihat polanya dan selanjutnya akan kita evaluasi setiap saat terhadap alur-alur yang sudah kita siapkan.
“Pada hari pertama dimulainya penerbangan nanti kami dibantu rekan-rekan TNI dan Polri serta dari petugas kesehatan menyangkut kepastian keabsahan dokumen jalan.
Jika nanti ada hambatan-hambatan tetap kami adaptasi agar pelayanan kepada masyarakat bisa berjalan lancar,” kata Kabandara.
Diakhir penjelasannya, Kabandara sedikit memberi gambaran sedikit tentang alur rencana pengamanan dan pemeriksaan dokumen perjalanan yang sama-sama disusun dari KP3 Udara, Dinas Kesehatan dan tim gugus tugas.
Ada sekitar 5 adegan simulasi yang diterapkan nantinya pada setiap penerbangan yang ada.(eby)
Bagikan artikel ini



