NABIRE – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Nabire akan menyalurkan bantuan beras cadangan pemerintah (BCP) kepada warga korban bencana alam abrasi di Kampung Waroki, Distrik Nabire. Hingga Selasa (7/12) belum dipastikan berapa banyak bantuan beras yang disalurkan pemerintah. Karena belum ada jumlah keluarga sasaran bantuan tersebut.

Kepala Dinas Sosial (Kadinsos) Kabupaten Nabire, Ishak saat dihubungi Selasa (7/12) malam melalui pesan singkatnya menjelaskan rencananya Pemkab melalui Dinas Sosial akan menyalurkan beras cadangan pemerintah. Sasaran pnerimanya belum diketahui. Kalau jumlahnya masih koordinasi dengan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Nabire.

Kepala BPB Kabupaten Nabire, Victor Fun yang dihubungi secara terpisah mengatakan untuk penyaluran bantuan beras kepada warga korban abrasi, sudah koordinasi dengan kantor Dolog Nabire. Hari ini (Rabu,8/12 –red) BPBD akan koordinasi Dinas Sosial dan Bupati untuk memastikan bantuan beras cadangan pemerintah ke warga korban abrasi.

Menyangkut jumlah warga yang berdampak bencana, victor Fun mengatakan BPBD sementara mencocokan data jumlah warga antara laporan masyarakat dan data yang diperoleh di lapangan. Kepala BPBD menyebut, sebanyak 10 keluarga yang mengalami korban parah. Sedangkan warga berdampak abrasi, hampir semua warga di Kampung Waroki mengalami bencana alam berupa abrasi dan luapan air laut di tengah pemukiman masyarakat.

Victor Fun menjelaskan, warga Waroki sudah mendatangi untuk melaporkan bencana alam tersebut kepada pemerintah melalui kantor BPBD dan usai pertemuan dengan masyarakat, Kepala BPBD sudah melapor ke Sekretaris Daerah (Sekda), Daniel Maipon.

Sebelumnya, saat Wakil Bupati Nabire, Ismail Djamaluddin meninjau langsung bencana abrasi di Waroki, didampingi Kepala BPBD, Victor Fun dan beberapa anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Nabire, Senin (6/12) siang, sudah memerintahkan Kepala Kampung Waroki, Akulian Bonay untuk mendata semua warga yang berdampak bencana abrasi dan gempuran gelombang laut ke pemukiman masyarakat dan melaporkan kepada pemerintah.

Saat Wakil Bupati, Ismail Djamaluddin meninjau musibah hempasan air laut ke darat sehingga mengakibatkan abrasi, Kepala BPBD Nabire, Victor Fun mengatakan, musibah mengamuknya air laut ke darat tidak hanya di Waroki tetapi hampir sepanjang bibir pantai Nabire seperti di Sanoba dan Samabusa. (ans)