NABIRE - Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Nabire, Victor Fun mengatakan, pencegahan di musim cuaca ekstrim sangat diperlukan demi kesematan masyarakat Kabupaten Nabire. Bagi masyarakat yang tinggal di bantaran sungai, di bawah gunung, pinggiran pantai serta nelayan lokal yang ingin melaut dan juga bagi masyarakat yang bepergian ke kabupaten tetangga, diminta untuk selalu berhati-hati.

Sebab, kata dia, kini kita berada pada cuaca ekstrim yang tidak bisa diramalkan oleh manusia. Dan cuaca di wilayah Papua ini juga tidak bisa diprediksi. Sehingga masyarakat Nabire diminta agar tidak bermain-main dengan cuaca ekstrim.

Dan kepada masyarakat di bantaran sungai juga diminta untuk tidak menebang pohon dan mengambil material kali secara berlebihan. Masyarakat di bawah gunung diminta agar tidak menebang pohon dengan sembarangan.

“Masyarakat diminta harus hidup romantis dengan bencana, sehingga masyarakat juga harus menjaga alam di sekitarnya atau di mana masyarakat berada,” kata Victor Fun kepada Papuapos Nabire, Senin (18/10) di ruangan kerjanya.

Kata dia, cuaca ekstrim angin bersama hujan yang terjadi pada Minggu (17/10/21) bukan hanya terjadi di Nabire. Tetapi terjadi juga di 21 wilayah termasuk di Provinsi Papua.

Untuk itu masyarakat Nabire diminta selalu waspada terhadap cuaca ekstrim agar terhindar dari hal-hal yang tidak diinginkan. Kepada masyarakat nelayan tradisional diingatkan untuk selalu hati-hati saat melaut.

“Sepanjang kehidupan manusia dan perilaku manusia tidak berubah, bencana akan tetap bersama kita. Untuk itu kita menyikapinya dengan semboyan, kita harus hidup romantis dengan bencana sehingga kita harus bertindak dengan tindakan nyata,” tuturnya.

Dan kepada masyarakat yang ingin mendapatkan informasi cuaca di Kabupaten Nabire maupun secara umum di Papua serta Indonesia bisa menghubungi pihak BMKG dan BPBD Kabupaten Nabire. Pihak BPBD juga terus memberikan informasi kepada masyarakat.(des)