NABIRE - Meliihat kondisi dan situasi keadaan umat katolik di Paroki Santo Yosep Nabire Barat, banyak umat  jauh dari gereja akibatnya belum nikah gereja katolik yang sah, maka pihak gereja membuka  pendaftaran kursus persiapan perkawinan gelombang II sejak  1 Juli hingga berakhirnya 31 Juli 2020 mendatang. 

Dan selanjutnya nama-nama pasangan pengantin suami/istri yang melengkapi persyaratan yang lengkap akan mengikuti kursus perkawinan selama satu bulan, yakni mulai dari satu bulan Agustus sampai berakhirnya pada tanggal 30 Agustus 2020.

Kegiatan kursus perkawinan sendiri akan dilaksanakan bertempat di aula Paroki Santo Yosep Nabar.

Ditemui Pastor Paroki Santo Yosep Nabire Barat, Pastor Injonito Gerry Da Krus Sch.P

di halaman gereja Paroki Santo Yosep Nabar mengatakan, perkawinan gelombang pertama kami pihak gereja sudah dilaksanakan sekitar 50 pengantin pasangan suami/istri yang dinikahkan secara sah dalam gereja katolik.

Dan sekarang kami pihak gereja membuka pendaftaran kursus persiapan perkawinan gelombang kedua mulai  sejak pada tanggal 1 Juli hingga berakhirnya 31 Juli 2020 selama satu bulan. 

Pasangan pengantin mendaftar di Sekretariat Paroki berapa pasangan yang  masuk mendaftar, selanjutnya kami akan rekap kembali dengan baik, berkas pasangan perkawinan yang sudah dimasukan, lalu mulai kegiatan ikut kursus perkawinan bulan Agustus pada Minggu pertama hingga berakhirnya pada tanggal 30 Agustus 2020 dan pernikahan pasangan pengantin suami/istri akan dilaksanakan pada bulan September 2020 mendatang.

Kenapa kami pihak gerejamengambil kebijakan pernikahan pasangan pengantin suami/istri dalam satu tahun sebanyak dua kali, jelasnya, karena kami lihat keadaan umat katolik di Paroki banyak yang belum menikah gereja katolik yang sah alias tinggal diluar, belum masuk dekat dengan gereja sehingga apa yang akan dinikahkan ini salah satu jalan untuk mencari domba yang hilang itu masuk kedalam gereja, itu tujuan kami.  

Dengan harapan, agar mereka juga benar-benar selanjutnya dan rajin masuk gereja dan berdoa untuk semakin dekat dengan Tuhan, dimana dia tinggal dan berada agar supaya kedepan begitu ketika anak-anak mereka besar dan masuk sekolah tidak mengalami kesulitan masuk sekolah isyarat-isyrat yang  disampaikan oleh guru di sekolah  nantinya.

Dan pula juga iman mereka ini benar-benar takut dan percaya kepada Tuhan, karena kita umat manusia adalah umat Tuhan yang harus diselamatkan nyawanya.

Karena nyawa adalah Allah punya hingga semesti kita selamatkan domba-domba hilang untuk menyelamatkan mereka.(modes)