NABIRE - Pendeta Beatrik pada hari Minggu, 8 September 2019 pagi memimpin ibadah di Gereja Bethel Indonesia Jalan Ujung Pandang Kelurahan Karang Mulia Kabupaten Nabire, Papua.Sebelum khotbah dimulai Jemaat GBI Karang Mulia, mengawali ibadah minggu dengan doa, serta puji-pujian sesuai tata acara ibadah, setelah itu masuk ke acara khotbah.Khotbah yang disampaikan Pdt. Beatrik, salah seorang hamba Tuhan menjadi motivasi yang sangat luar biasa, pasalnya dalam khotbah yang berbentuk kesaksian dan pembelajaran menjadi cermin bagi kalangan jemaat yang mengikuti kegiatan kebaktian.  Motivasi khotbah salah satunya adalah tentang sukacita, yakni kualitas suka cita kata Beatrik beda dengan bahagia, karena kualitas suka cita memiliki kualitas kekekalan, sementara bahagia itu hanya waktu tertentu saja. Selain khotbah tentang kualitas suka cita, ia juga bersaksi tentang pelayanan dirinya bertemu dengan salah seorang nenek yang hendak menyendiri karena sesuai pertanyaan dari Beatrik kepada nenek tersebut sangat mengherankan. Lanjut ujar nenek mengatakan aku memang sengaja sendirian agar, aku bisa fokus untuk berkomunikasi dengan Tuhan lewat doa, setelah dengar perkataan tersebut, Beatiks sangat kagum, oleh sebab itu saat khotbah di GBI Karang Mulia hari Minggu ini ia mengatakan kita harus seperti seorang nenek yang memberi waktu untuk berkomunikasi dengan Tuhan, dan berdoa  pada Tuhan, untuk menyampaikan seluruh keluhan yang kita mau mohonkan. Khotbah Pdt. Beatrik saat berjalan di GBI Karang Mulia waktu ibadah tidak terkendala, sebab saat datang ibadah cuaca sangat bersahabat, selain kondisi khotbah di gereja tak ketinggalan anak-anak Sekolah Minggu, mereka juga melaksanakan ibadah sekolah minggu yang dipimpin oleh guru-guru sekolah Minggu.Acara khotbah selesai, Jemaat melanjutkan dengan perjamuan Kudus, dan yang memimpin doa perjamuan adalah Gembala Gereja Pdt. Sarmini Gunto. Sesudah itu lagi kegiatan pembaptisan. Saat ibadah berjalan, waktu perjamuan anak sekolah minggu juga pun mengikuti perjamuan, hal ini sebagai salah satu peringatan dari Tuhan Yesus Kristus sebelum Ia disalibkan makan dan minum bersama dengan murid-muridnya. Hal ini sebagai tanda peringatan tentang makna pengorbanan dirinya, sesuai yang tertulis didalam Yohanes pasal 3 ayat 16.Kegiatan ibadah selesai jemaat jugapun jabat tangan dan ada yang foto bersama. Selain  acara perjamuan jemaat juga melaksanakan pembaptisan kepada salah seorang jemaat, yakni anak dari bapak Melki. Pesan ibadah hari minggu yang disampaikan oleh Pdt. Beatrik bukan saja sebagai teori tapi juga kita harus dipraktekkan, karena iman tanpa perbuatan adalah sia-sia.(ist)