Pengalaman Hidup Adalah Guru Yang Terbaik
NABIRE - Waktu itu jalan trans Nabire-Ilaga tengah jalan ada kebanjiran tanah longsor yang terjadi parah truk maupun mobil tidak bisa lewat
NABIRE - Waktu itu jalan trans Nabire-Ilaga tengah jalan ada kebanjiran tanah longsor yang terjadi parah truk maupun mobil tidak bisa lewat atau jalan selama dua bulan lebih alias macet pada tahun 2008/2009 silam.
Pada saat itu, atas nama Modestus Magai, mau jalan-jalan dari kampung ke Bomomani begini bako ketemu dengan ada satu pemuda atas nama adik Nikolaus Wakei,di depan kios Bomomani.
Pada pukul jam 3.00 WIT sore karena beda kampung,mulai berdua bersalam-salaman selesai lanjut berbincang-bicang bersama lalu adik Nikolaus Wakei,mengatakan kepada Modestus Magai, kakak besok hari Senin kami masuk sekolah jadi saya siapkan beli batrey,persis dan senter karena saya sendiri mau turun ke Nabire jalan kaki siang malam.
Begitu ketika adik Niko menyampaikan kata itu,diri dalam hati teringat kembali pengalaman hidup Modestus Magai, yang sudah alami di masa kecil hidup gubuk derita bersama dengan Mama Almarhum Kornelia Pugiye,di kampung halaman Diyeugi lalu saya sampaikan kepada adik Nikolaus Wakei,adik kakak antar kami dua turun sama-sama di Nabire dari situ sudah mulai star jalan kaki kami berdua masuk bermalam di rumah Pewarta di kampung Gogamani pukul jam 20.00 WIT.
Besok pagi subu harinya,pukul 4.00 WIT berdua keluar dari rumah pewarta mulai star jalan kaki tiba di kilo meter 100 sekarang disebut distrik Siriwo pada pukul jam 19.00 WIT dirumah kediaman Kornelia Butu.
Dari situ saya tanya adik turun sama-sama ke Nabire atau bagaimana begini adik Niko bilang kakak saya tidak bisa jalan karena kaki,paha saya tidak bisa bergerak jadi saya bermalam disini lalu besok baru saya turun kalau begitu baik,Modestus Magai langsung turun ke Nabire lalu besok pagi harinya dari Nabire naik ke Mapia lagi.
Demikian pengalaman perjalan kami berdua sudah alami sekian kilo meter pernah jalan kaki,memang penderitaan cukup berat yang sudah alami dan hadapi waktu itu tapi bagi berdua ini sangat unik mengapa saya katakan demikian, karena saya datang antar adik Nikolaus Wakei dari Mapia ke kilo 100 itu tidak akan sia-sia kemarin Minggu(11/10)ditahbiskan menjadi imam oleh Uskup Agats Mgr. Aloysius Murwito OFM.
Begitu ketika kemaring adik Nikolaus Wakei Pr merai kemenangan menjadi imam pasukan laskar Kristus jajaran dalam gereja secara resmi demi kepentingan pelayanan umat Allah disitulah didalam hati Modestus Magai sangat bangga,senang dan apresiasi yang mulai kepada Tuhan dan kepada adik Nikolaus Wakei Pr.
Hal-hal yang penting sering kita abaikan banyak orang sibuk untuk dirinya sendiri.
Tuhan bersabda kepada kita melalui kitab suci juga melalui peristiwa dan tanda-tanda itu disampaikan Tuhan kepada kita menangggapinya namun urus mementinkan kepentingan diri sendiri yang utama biasa terjadi dimana-mana kita hidup dan berada,” pungkasnya. (modes)
Bagikan artikel ini



