Perayaan Pra Paskah Digelar dengan Terapkan Prokes
NABIRE – Perayaan pra paskah umat Katolik Paroki Gereja Antonius Wonorejo, dilakukan dengan menerapkan protokol kesehatan (Proke
NABIRE – Perayaan pra paskah umat Katolik Paroki Gereja Antonius Wonorejo, dilakukan dengan menerapkan protokol kesehatan (Prokes).
Perayaan diwarnai arang dari daun palma tahun lalu dioleskan dahi oleh pastor atau daikon, yang dinamakan Rabu Abu.
Ada juga acara pengakuan dosa di depan pastor secara perorangan.
Ada Kamis Putih, sementara Jumat Agung eajib dilakukan umat katolik setiap pergantian tahun pada minggu pekan tiga perhatian padahal yang pokok.
Dari tiga kutipan bacaan injil dalam pengantar pastor, Minggu (6/3/21) semoga umat dipahami dari hal–hal pokok peraraan pikiran hati kita.
Pada bacaan pertama kitab keluaran pembacaan, Ketua Dewan Paroki, Yohanes Iyai, inti dari bacaan sepuluh perinhtah Allah.
Awal dari firman tersebut “Kuduskanlah hari sabat“.
Pada mulanya Allah menciptakan langit bumi dan segala isinya, sehingga Allah istirahat (Tidak kerja istirahat).
Hal menonjol, hormatilah ayah dan ibu.
Hal yang tidak boleh diantaranya, mencuri, cabul, fitnah.
Fokus pikiran hati melihat pastor isi homili Taurat Tuhan lebih sempurna dan menegarkan jiwa.
Urapan dari Tuhan melalui Pastor Wardana pada hari Minggu itu urapan Tuhan hikmat itu diberikan kepada orang tak berpengalaman.
Prinsip hati yang teguh dalam segala pekerjaan tangannya.
Kalau dahulu Allah berfirman melalui para nabi.
Sebutkan saja, Izak, Jakob, Abraham.
Lebih mencari hikmat warga Yunani dan warga Yahudi sekarang dengan anaknya hasil dari pada pembenaran pasti diselamatkan oleh iman hati kita. (don)
Bagikan artikel ini



