Pesan Malam Paskah : Aku Untuk Sesama, Sesama Untuk Aku
NABIRE – Hari raya Paskah adalah hari raya kesengsaraan dan kebangkitan Yesus Kristus, selalu diperingati dan dirayakan umat kristiani
NABIRE – Hari raya Paskah adalah hari raya kesengsaraan dan kebangkitan Yesus Kristus, selalu diperingati dan dirayakan umat kristiani sedunia. Melalui sebuah misa kudus, untuk dikenangkan, setiap tahun di belahan dunia.
Malam suci Paskah, sebagai malam perayaan kebangkitan Yesus Kristus atau misa peringatan kenaikan Yesus ke surga, setelah kematianNya, diperingati seluruh umat katolik sedunia.
Perayaan malam suci Paskah yang telah merayakan melalui misa kebangkitan Yesus Kristus, pada Sabtu (3/4/21) khususnya umat Katolik di gereja St. Antonius Padua Wonorejo, dirayakan dalam sebuah misa kudus pada malam paskah, dipimpinan Pastor Paroki St. Antonius padua, Pastor Benny Magai, Pr.
Sebuah thema yang diusung, sebagai pesan paskah yang disampaikan pastor paroki St. Antonius, Wonorejo, Benny Magai, Pr, melalui khotbah pada malam paskah, “Aku Untuk Sesama, Sesama Untuk Aku,” mempunyai makna yang besar bagi umat manusia dalam kehidupan bermasyarakat.
Sesuai thema, melalui khotbanya, Pastor Benny Magai, Pr, mengatakan, dalam kehidupan manusia, tidak terlepas dari berbagai kebutuhan. Untuk saling melengkapi kebutuhan yang ada pada diri pribadi, keluarga, kelompok, masyarakat, saling membutuhkan satu sama yang lain atau sesama manusia. Maka dalam kehidupan, perlu sadari setiap pribadi, aku untuk sesama, sesama untuk aku, terutama dalam sikap, tindakan, dalam kehidupan sehari-harinya di dalam bermasyarakat.
“Kita berkorban untuk sesama, baik dalam korban tenaga, korban waktu, korban material, korban apa saja, untuk sesama atau untuk banyak orang dalam kehidupannya. Seperti itulah yang kita patut teladani seperti teladan Yesus. Dimana Yesus juga telah korbankan dirinya di kayu salib untuk semua manusia di dunia. Maka kita sadarilah dan tunjukanlah seperti sikap berkorban kepada sesama, kita harus mulai dari keluarga, kelompok, wilayah kombas, organisasi, dan di masyarakat,” pesannya melalui renungan.
Dikatakan, manusia tidak terlepas dari berbagai belenggu dosa. Dosa adalah perbuatan atau tindakan, sikap, yang tidak layak dihadapan Tuhan Allah. Atau perbuatan yang tidak sesuai dengan ajaran Tuhan Allah.
“Atas dosa manusia, Yesus telah korbankan dirinya, wafat di kayu salib untuk menebuskan dosa manusia. Kita juga patut relakan, korbankan diri kita untuk menyelamatkan banyak orang. Jika kita lakukan seperti itu, pasti dosa kita juga bisa diampuni, dengan sikap dan tindakan kita yang baik, benar, adil, untuk selamatkan banyak orang yang mestinya dilakukannya dalam kehidupan berkeluarga, berkelompok, berorganisasi, dan bermasayarakat. Tindakan dan sikap seperti itulah yang kita perlu diteladani sesuai pesan Yesus kepada kita manusia,” terangnya melalui renungan pada malam Paska.
Sementara itu, dalam kesempatan yang sama pula, sebelum ibadah paskah selesai, Ketua Dewan Paroki St. Antonius Padua, Wonorejo, P. Tekege, menambahkan, kondisi dunia saat telah dilanda dengan virus corona. Namun selama ini umat tetap jaga kesehatannya dengan baik. Sehingga umat telah mengikuti perayaan paskah hingga selesai dengan baik, dalam keadaan yang sehat walafiat.
Ketua Dewan Paroki, P. Tekege, menyampaikan terima kasih kepada seluruh umat paroki St. Antonius Padua, Wonorejo. Ketua Dewan Paroki, mengharapkan kepada seluruh pihak tetap terus terjaga kesehatannya dari bahaya virus corona dapat taat dan patuhi sesuai anjuran protokoler kesehatan, pakai masker, jaga jarak, cuci tangan. Dan kita sebagai insan ciptaanNya, patut syukuri kepada Tuhan. Karena dengan pertolongan, bimbingan Tuhan, dalam langkah hidup kita, sehingga kesehatan dan hidup kita selalu eksis dalam keadaan yang sehat dan walafiat. (hbb)
Bagikan artikel ini



