NABIRE - Pesan Natal tahun 2020, keluarga tanamkan nilai keadilan Tuhan, nilai keadilan keluarga yang kita tanam dan terapkan, sama seperti keluarga Yesus dalam keluarga Yosep jadi orang tua nilai itu saja yang kita terapkan dan tanamkan dalam pesan natal.

Hal ini diungkap Pastor Paroki Santo Yosep Nabire Barat Pastor Injonito Gerry Da Krus S.CH.P di sela-sela kegiatan pembekalan masa Adven bagi Badan Pengurus gereja dibawa naungan Paroki Santo Yosep Nabar pada hari Minggu (15/11), bertempat di ruang rapat Paroki.

Tema masa Adven Tungku Api Kehidupan di tengah Pandemi Covid-19.

Dikatakan pastor, sebenarnya gereja angkat nilai keluarga supaya kita hidup dalam keluarga ini, nilai keadilan Tuhan, nilai keadilan keluarga Yesus dalam keluarga Yosep jadi orang tua nilai itu saja yang kita terapkan dan tanamkan dalam pesan natal, tidak ada yang lain.

Yang lain boleh buat berbagai macam bahasa berkembang tapi tetap natal itu Yesus lahir di tengah Maria dan Yosep, jadi mari kita semua ajak umat untuk tempatkan segalanya diatas.

Sekali lagi tugas kita angkat nilai-nilai Kristiani yang baik supaya masa adven ini bisa beda dengan tahun-tahun yang sebelumnya.

Covid-19 lain yang lebih parah dalam keluarga virus-virus yang tidak bisa tersebar, tapi virus yang berbahaya saat ini adalah anak bagi orang tua anak pegang Hp hingga orang tua jadi pusing.

Sekolah hanya sekitar dua persen tidak mungkin setiap hari ada tugas pekerjaan rumah di waktu kerja terus tapi bagi banyak siswa yang mereka bermain mengibulkan banyak anak melawan orang tua di rumah lebih utama menggunakan waktu mereka adalah bermain Hp, buka facebook, WA, messenger dan lain sebagainya lebih berjam-jam.

“Waktu jam bantu orang tua di rumah atau di kebun kosong, karena sepi.

Virus yang hampir tidak ada semua menggunakan masker tapi dia membunuh nomor satu karena saya lihat disini ada beberapa anak yang tidak sekolah lagi sudah bako bawa dengan pasangan anak muda sekarang ini,” katanya.

Diharapkan kepada orang tua, ketua kring, pewarta untuk menyampaikan kepada semua umat agar anak bisa pegang Hp, tapi orang tua harus mengontrolnya. 

Orang tua tidak bisa kontrol baik anak canggih tehnologi yang kita miliki jadi disini orang tua harus mengontrol.

“Ikatan keluarga harus kuat sering-sering luangkan waktu bicara dengan anak-anak cek dia.

Sekolahnya bagaimana, tugas bagaimana dan bicara dengan siapa kamu punya teman atau bagaimana perlu tanya kepada anak itu masalah keluarga yang paling besar dimana-mana kita hadapi saat ini,” pungkasnya.(modes)