NABIRE — Persoalan air bersih, layanan kesehatan, rumah layak huni hingga kebutuhan transportasi pelajar menjadi aspirasi utama masyarakat Kampung Waroki, Distrik Nabire Barat, saat menerima kunjungan Anggota DPR Provinsi Papua Tengah, Peter Worabay, Selasa (24/8/2026).

Kunjungan tersebut merupakan bagian dari kegiatan reses III atau hearing untuk menyerap langsung aspirasi masyarakat. Selain mendengarkan keluhan warga, Peter juga meninjau kondisi masyarakat yang terdampak kebakaran hutan dan lahan (karhutla) serta kondisi kemarau yang melanda wilayah tersebut.

Dalam pertemuan itu, masyarakat Waroki menyampaikan empat kebutuhan utama yang dinilai mendesak, yakni penyediaan air bersih, peningkatan pelayanan kesehatan, pembangunan rumah layak huni serta penyediaan bus sekolah bagi anak-anak Kampung Waroki yang harus menempuh perjalanan ke kota untuk bersekolah.

Peter Worabay mengatakan, aspirasi tersebut akan dibawa dan dikoordinasikan dengan Pemerintah Provinsi Papua Tengah serta instansi teknis terkait agar mendapat penanganan.

“Hari ini saya di Kampung Waroki bertemu dengan masyarakat sehubungan dengan kejadian musibah kebakaran hutan. Masyarakat di Kampung Waroki, 11 RT, semuanya terkena dampak,” ujar Peter kepada Papuapos Nabire.

Ia mengatakan, dampak kebakaran dan kondisi udara akibat asap telah menimbulkan gangguan kesehatan bagi masyarakat. Karena itu, penanganan kesehatan menjadi salah satu hal yang akan segera dikoordinasikan dengan pemerintah provinsi dan Dinas Kesehatan.

“Saya akan melanjutkan kepada pemerintah provinsi dan Dinas Kesehatan supaya ada penanganan secepatnya karena gangguan pernapasan. Kita harus ada bantuan secepat mungkin untuk pengobatan masyarakat di Kampung Waroki, di 11 RT ini,” tegasnya.

Sembilan Rumah Terdampak

Selain masalah kesehatan, Peter juga menyoroti dampak kebakaran terhadap tempat tinggal warga. Berdasarkan informasi yang diterimanya, terdapat sembilan rumah masyarakat yang terdampak musibah kebakaran.

“Ada sembilan rumah yang kena musibah kebakaran. Ini saya akan lanjutkan kepada Bapak Gubernur dan dinas terkait agar segera dibantu,” katanya.

Menurut Peter, pemerintah perlu memberikan perhatian terhadap warga yang kehilangan atau mengalami kerusakan tempat tinggal akibat musibah tersebut. Bantuan diharapkan dapat meringankan beban masyarakat sekaligus memastikan warga memiliki tempat tinggal yang layak.

Dorong Bus Sekolah Masuk Waroki

Persoalan pendidikan juga menjadi perhatian serius dalam kegiatan reses tersebut. Anak-anak Kampung Waroki yang bersekolah di wilayah kota menghadapi kendala transportasi karena jarak dan keterbatasan kendaraan umum.

Peter berjanji akan berkoordinasi dengan pemerintah provinsi, termasuk Dinas Perhubungan, untuk mendorong tersedianya layanan bus sekolah yang dapat menjangkau Kampung Waroki.

“Pendidikan anak-anak dari Kampung Waroki yang harus ke kota mengalami kesulitan transportasi. Saya akan berkoordinasi dengan dinas terkait dan meminta izin Bapak Gubernur, lalu bicara dengan Dinas Perhubungan, sehingga ada bus sekolah yang bisa masuk Kampung Waroki untuk mengantar anak-anak sekolah,” jelasnya.

Ia menilai keberadaan transportasi sekolah penting agar anak-anak Waroki dapat mengikuti pendidikan dengan lebih aman dan teratur.

Selain empat aspirasi utama tersebut, masyarakat juga menyampaikan kebutuhan pembangunan drainase atau parit di lingkungan kampung. Peter menilai kebutuhan tersebut dapat diperjuangkan melalui penganggaran pemerintah daerah.

“Untuk pembangunan parit dan sebagainya, itu tidak terlalu susah. Nanti di APBD Perubahan atau APBD induk tahun depan bisa kita kerjakan,” ujarnya.

Warga Apresiasi Kehadiran Dewan

Sementara itu, Ketua RT 01 Kampung Waroki, Paulina Imbiri, menyambut baik kehadiran Peter Worabay yang datang langsung menemui masyarakat.

“Kami masyarakat bangga ketika pemerintah bisa melihat kami di Kampung Waroki,” ujar Paulina.

Ia berharap kunjungan tersebut tidak berhenti pada penyerapan aspirasi, tetapi dilanjutkan dengan perhatian dan tindakan nyata dari pemerintah terhadap kebutuhan masyarakat.

“Kami bangga atas pelayanan dari Bapak Peter Worabay. Usulan kami, ke depan kami bisa terus diperhatikan,” harapnya.

Bagi masyarakat Waroki, kehadiran wakil rakyat di tengah kondisi sulit menjadi harapan bahwa persoalan yang selama ini mereka hadapi dapat masuk dalam agenda pembangunan pemerintah. Aspirasi tentang air bersih, kesehatan, rumah layak huni, pendidikan dan infrastruktur pun kini menunggu tindak lanjut. (Rob)