NABIRE – Bupati Nabire, Isaias Douw menilai sejak Program Keluarga Harapan (PKH) ini dikucurkan tahun 2007 lalu, telah ikut meningkatkan kualitas dari keluarga penerima manfaat (keluarga sejahtera). Program peningkatan keluarga tak mampu ini tidak hanya dalam bentuk bantuan uang tunai tetapi juga menjadi program advokasi agar hak-hak dasar keluarga penerima manfaat terpenuhi. Hal itu disampaikan Bupati Nabire, Isaias Douw melalui sambutan tertulis yang dibacakan Wakil Bupati, Amirullah Hasyim sebelum membuka Pendidikan dan Pelatihan (Diklat) P2K2 Family Development Session (FDS) yang digelar Balai Basar Pendidikan dan Pelatihan Kesejahteraan Sosial (BBPPKS) Kementerian Sosial (Kemensos) di Ruang Pertemuan Hotel Mahavira, Selasa (29/10) pagi. Bupati Isaias mengakui sejak digulirkannya programm bantuan sosial kepada keluarga miskin melalui Program Keluarga Sejahtera (PKH) telah mampu memberikan perubahan yang signifikan dalam upaya peningkatan kesejahteraan keluarga. Oleh sebab itu, Bupati Isaias juga mengajak peserta Diklat agar dapat berperan sebagai mediator dan fasilitator di wilayah kerja masing-masing dalam rangka memberikan kemudahan kepada keluarga penerima manfaat (PKM) agar dapat meningkatkan kesadaran akan pentingnya pendidikan, kesehatan, usaha ekonomi dan perlindungan anak di dalam keluarga sejahtera. Untuk itu, Bupati Isaias menilai pelaksanaan Diklat bagi pendamping PKH ini sebagai sarana untuk meningkatkan kualitas pendamping PKH melalui proses pembelajaran dengan menekankan presentase yang besar untuk praktek (kerja lapangan) dan sedikit teori yang mendukung. Saat itu, Bupati Nabire juga mengajak keterlibatan lintas sektor yang terkait di daerah ini untuk bersama-sama melaksanakan peningkatan kualitas keluarga sejahtera seperti pendidikan, kesehatan, pemberdayaan perempuan dan instansi lainnya.(ans)