PLN Sasar Generasi Muda, Edukasi Keselamatan Listrik 98 Pelajar SMA Averos Sorong
Keselamatan dalam menggunakan listrik perlu ditanamkan sejak dini. Pesan itulah yang dibawa PT PLN (Persero) melalui program “PLN Mengajar” yang menyasar generasi muda di Kota Sorong.

SORONG — Keselamatan dalam menggunakan listrik perlu ditanamkan sejak dini. Pesan itulah yang dibawa PT PLN (Persero) melalui program “PLN Mengajar” yang menyasar generasi muda di Kota Sorong.
Kegiatan yang digelar di Aula SMA Averos, Kelurahan Giwu, Distrik Klaurung, Kota Sorong, Papua Barat Daya, Jumat (14/8/2026), tersebut diikuti antusias oleh 98 siswa kelas X. Kegiatan menjadi bagian dari rangkaian menyambut HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia.
Tak sekadar memperkenalkan PLN, kegiatan ini dikemas dengan edukasi praktis mengenai keselamatan ketenagalistrikan, pemanfaatan layanan digital PLN Mobile, sekaligus motivasi bagi para pelajar untuk mengenal lebih dekat dunia kelistrikan.
Kepala SMA Averos, Fitria Awalia, menyambut positif kehadiran PLN di lingkungan sekolah. Menurutnya, edukasi tersebut memberikan pengetahuan yang relevan bagi siswa, terutama mengenai cara menggunakan listrik secara aman.
“Terima kasih kepada PLN yang sudah hadir di SMA Averos. Kami senang sekali dengan adanya kegiatan edukasi kelistrikan dari PLN ini bisa menjadi salah satu ilmu yang bagus bagi kami dan anak-anak kami terkait dengan keamanan penggunaan listrik,” ujar Fitria.
Ia mengatakan, ketertarikan lingkungan sekolah terhadap bidang kelistrikan membuat kegiatan tersebut semakin bernilai. Pengetahuan yang diperoleh siswa, kata dia, dapat menjadi bekal untuk mengembangkan minat di bidang elektronika maupun membuka peluang karier di sektor ketenagalistrikan.
Edukasi berlangsung dalam dua sesi. Tim Keselamatan, Kesehatan Kerja dan Lingkungan (K3L) PLN UP3 Sorong terlebih dahulu memberikan pemahaman mengenai mitigasi risiko kelistrikan yang sering ditemui dalam kehidupan sehari-hari.
Para siswa diajak mengenali kebiasaan sederhana yang dapat memicu bahaya listrik, seperti menumpuk banyak colokan pada satu stopkontak, membiarkan kabel atau peralatan elektronik tetap terhubung ketika tidak digunakan, serta menggunakan peralatan listrik di dekat area basah.
Pesan tersebut mendapat perhatian para pelajar. Sebab, keselamatan listrik bukan hanya menjadi tanggung jawab petugas PLN, melainkan membutuhkan kesadaran setiap pengguna listrik, termasuk anak-anak dan remaja.
Pada sesi berikutnya, tim Niaga dan Pemasaran memperkenalkan PLN Mobile, aplikasi yang memudahkan masyarakat mengakses berbagai layanan kelistrikan sekaligus melakukan transaksi secara digital.
Suasana kegiatan semakin hidup ketika memasuki sesi diskusi dan tanya jawab. Para siswa tidak sekadar menjadi pendengar, tetapi aktif menyampaikan pertanyaan, mulai dari langkah aman ketika menghadapi korsleting listrik di rumah hingga pemanfaatan berbagai fitur yang tersedia pada PLN Mobile.
Manager PLN UP3 Sorong, Deni Muhammad Abrar, yang hadir dan berinteraksi langsung dengan para siswa, menegaskan bahwa listrik memiliki peran semakin penting dalam kehidupan masyarakat modern.
“Listrik kini bukan lagi sekadar penunjang, melainkan kebutuhan utama penggerak aktivitas masyarakat. Oleh karena itu PLN mengajak seluruh pihak untuk bersinergi menjaga keamanan kelistrikan, sehingga energi ini dapat dimanfaatkan secara maksimal dan tetap memprioritaskan keselamatan,” tegas Deni.
Menurutnya, peningkatan pemanfaatan energi listrik harus berjalan beriringan dengan peningkatan kesadaran masyarakat terhadap keselamatan. Karena itu, edukasi kepada generasi muda dinilai penting untuk membangun kebiasaan aman sejak bangku sekolah.
Melalui program PLN Mengajar, PLN UP3 Sorong berharap pengetahuan yang diterima para siswa tidak berhenti di ruang kelas. Para pelajar diharapkan dapat menerapkan prinsip keselamatan listrik di rumah maupun lingkungan sekolah, sekaligus ikut menyebarkan pengetahuan tersebut kepada keluarga dan masyarakat.
Lebih jauh, program ini menjadi bagian dari upaya PLN mendekatkan diri dengan dunia pendidikan sekaligus mendorong lahirnya generasi muda yang tidak hanya unggul secara akademis, tetapi juga memiliki kepedulian, kewaspadaan, integritas, dan kesiapan menghadapi tantangan di era teknologi.
Di tengah semakin bergantungnya kehidupan masyarakat pada energi listrik, pesan sederhana dari SMA Averos itu menjadi penting: memanfaatkan listrik harus diiringi dengan kesadaran untuk menggunakannya secara aman. (ppn)
Bagikan artikel ini


