Ponpes APIK Karadiri Tutup Sanlat dan Buka Puasa Bersama
NABIRE - Pondok Pesantren APIK Karadiri Nabire, Senin (4/4/22) pukul 18.00 WIT menggelar Buka Puasa Bersama sekaligus menutup Pesantren Kilat (Sanlat) yang sudah berlangsung sejak Sabtu (2/4/22) bertempat di Ponpes APIK Karadiri, Distrik Wanggar, Kabupaten Nabire. Turut hadir pula sejumlah tamu undangan, diantaranya, IPTU. Agus Suprayitno, S.Sos, Anggota DPRD Nabire Rohedi M. Cahya, serta sejumlah undangan lainnya.

NABIRE - Pondok Pesantren APIK Karadiri Nabire, Senin (4/4/22) pukul 18.00 WIT menggelar Buka Puasa Bersama sekaligus menutup Pesantren Kilat (Sanlat) yang sudah berlangsung sejak Sabtu (2/4/22) bertempat di Ponpes APIK Karadiri, Distrik Wanggar, Kabupaten Nabire. Turut hadir pula sejumlah tamu undangan, diantaranya, IPTU. Agus Suprayitno, S.Sos, Anggota DPRD Nabire Rohedi M. Cahya, serta sejumlah undangan lainnya.
Kegiatan Pesantren Kilat yang diikuti 180 peserta anak dari tingkat jenjang pendidikan dasar dan tingkat pendidikan pertama ini, bekerjasama dengan SMP Negeri 1 Wanggar, dan sejumlah Sekolah Dasar (SD) di wilayah Wanggar dan Nabire Barat untuk mengadakan Pesantren Ramadhan.
Pengasuh Ponpes APIK Karadiri, KH. Muhammad Rofiq kepada wartawan, usai buka puasa bersama mengatakan, Ponpes APIK Karadiri ingin memanfaatkan momentum Ramadhan ini untuk kembali menggugah animo warga masyarakat, khususnya umat Islam di Nabire, terkait bagaimana pentingnya pendidikan agama di pondok pesantren.
“Tujuan utamanya, Ponpes APIK Karadiri ingin mengenalkan kepada anak-anak bagaimana suasana dan arti, serta makna dari pemondokan. Sehingga, walaupun sedikit ilmu yang didapat selama tiga hari di pondok pesantren ini, dapat memberikan manfaat dan motivasi kepada mereka tentang pentingnya menjaga akhlak dalam diri masing-masing,” ungkapnya.
Kata dirinya, Ponpes APIK Karadiri sudah sekian lama fakum dan belum beroperasi secara maksimal. Akibat sejumlah persoalan intern di Ponpes APIK Nabire. Namun di momentum Ramadhan kali ini, Pondok Pesantren APIK Karadiri bisa kembali bergaung dan bangkit kembali. Serta siap menerima santri yang ingin memangku pendidikan berbasis islam di wilayah Kabupaten Nabire.
Menurutnya, ada secercah harapan Pondok Pesantren APIK Karadiri ini akan kembali bangkit dari keterpurukan selama ini. Dan akan siap menggaungkan kembali nama Ponpes APIK Nabire yang sempat booming di Tanah Papua. Bahkan, di tahun ajaran baru nanti, sudah ada sejumlah anak yang sudah bersedia dibina di Ponpes APIK Karadiri Nabire. Dan para orang tua sangat mendukung dalam pembinaan santriawan santriwati yang ingin memangku pendidikan di Ponpes APIK Karadiri.
Selaku Pengurus Ponpes APIK Karadiri berharap, warga masyarakat Nabire, khususnya umat muslim, agar dapat mendukung apa yang telah diprogramkan oleh Ponpes APIK ini. Sehingga dengan bangkitnya Ponpes APIK dinuansa Ramadhan 1443 Hijriah ini akan menjadi sebuah momentum tersendiri bagi para anak Ponpes APIK maupun para pengasuh di Ponpes APIK Karadiri.
“Kami masih perlu bimbingan, kami masih perlu sentuhan terutama kepada pemerintah daerah dan juga warga masyarakat Nabire. Kami siap membuka saran dan masukan demi kemajuan Ponpes APIK Nabire. Mari kita hidupkan jazirah umat yang dulu sempat terbengkalai, insya Allah cita-cita kami untuk melestarikan Pondok ini (APIK red) kembali terkenal di Tanah Papua dapat terwujud,” pungkasnya.
Dirinya juga mengucapkan selamat menunaikan ibadah Puasa bagi umat muslim yang ada di Kabupaten Nabire, semoga di Ramadhan kali ini seluruh warga masyarakat Nabire dapat hidup dengan rukun, damai, berdampingan dengan umat lainnya, serta saling menghormati satu sama lain. (cad)
Bagikan artikel ini



