NABIRE – Puskesmas Pembantu (Pustu) Kampung Sima, selama 10 bulan terakhirnya tanpa petugas kesehatan. Akibatnya, warga yang sakit terpaksa berobat ke kota.

Kepala Kampung Sima, Daniel Inggerurui di kediamannya, Rabu (25/8) menuturkan, selama 10 bulan terakhir ini, Pustu kampung Sima tanpa petugas. Apabila ada warga yang sakit, terpaksa berobat ke kota.

“Kalau ada masyarakat yang sakit, biasanya berobat ke kota. Kami biasa minta bantu anak kami yang kerja di kelapa sawit PT. Nabire Baru untuk mengantarnya ke kota,” ungkap Daniel Inggeruhi kepada media.

Kepala Kampung Inggeruhi mengungkap, sebetulnya sudah ada petugas. Tetapi selama 10 bulan terakhir ini kosong. Karena, petugas yang sebelumnya melayani masyarakat di Sima pindah tugas ke Puskesmas Siriwo di KM 100. Sejak kepindahan petugas yang ditempatkan di Pustu Sima ke Siriwo, tidak ada petugas pengganti sehingga kini Pustu Kampung Sima kosong.

Daniel Inggerhui dengan nada mengeluh mengungkap, keluhan tidak adanya petugas kesehatan di Pustu Sima sudah dilaporkan dan meminta tenaga pengganti, tetapi selama ini tidak ada tanggapan dari instansi teknis di kabupaten.

“Sudah 6 kali kami sudah sampaikan keluhan ini, tetapi tidak ada tanggapan. Kali ini, saya ungkapkan kepada wartawan ini kali ke 7. Tolong bantu kami untuk menyampaikan kekurangan tenaga kesehatan di Pustu kepada pemerintah,” pintanya.

Menyinggung pelayanan kepada ibu hamil dan balita (bayi dibawah lima tahun), Daneil Inggeruhi mengatakan soal pelayanan di pos pelayanan terpadu (Posyandu) lancar. Karena, selalu dilayani oleh dua tenaga kader Posyandu yang ada di kampung Sima. “Yang tidak ada itu, pelayanan kesehatan karena tidak petugas di Pustu,” bebernya. (ans)