NABIRE – Realisasi penyaluran bantuan sosial pangan (BSP), 28 April 2022, hingga 26 April Dinas Sosial (Dinsos) Kabupaten Nabire telah berhasil realisasikan penyalurannya sebesar 78,08 persen (%) kepada keluarga penerima manfaat di daerah ini.  Prosentase pencapaian realisasi ini bakal bertambah selama sisa waktu yang tersedia.

Sekretaris Dinas Sosial, Zakeus Petege di ruang kerjanya, selasa (26/4) mengatakan progres penyaluran bantuan sosial pangan (BSP) di Kabupaten Nabire hingga 26 April 2022, realisasinya sudah 78,08%, tinggal sisa sebesar 21.92%. Dengan demikian, presentase pencapaian relisasi penyaluran BSP akan bertambah selama sisa waktu dua hari hingga batas akhir, 28 April 2022. “Prosentase penyaluran BSP ini pasti akan bertambah,” optimisnya. Kementerian Sosial Republik Indonesia menetapkan jumlah penerima bantuan BSP di Kabupaten Nabire sebanyak 12.867 keluarga penerima manfaat (KPM) dengan jumlah dana sebesar Rp 11.571.300.000. Dari besaran jumlah keluarga penerima manfaat tersebut, Dinas Sosial Kabupaten Nabire bekerjasama dengan Kantor PT Pos Nabire, hingga minus H2 telah berhasil menyalurkan BSP sebesar Rp 9.035.100.000 kepada 10.039 KPM, Dengan pencapaian ini, progres penyaluran BSP di Kabupaten Nabire mencapai 78.08% sehingga masih sisa keluarga yang belum menerima BSP sebesar 21,02% atau belum BSP tersalur kepada 2.818 KPM dengan total dana sebesar Rp 2.536.200.000.

Menurut data Progres Penyaluran bansos BSP, penerima bantuan terbanyak berada di Distrik Nabire dengan jumlah penerima 3.618 KPM dengan alokasi dana sebesar Rp 3.256.200.000. Dalam wilayah batas kota, Distrik Teluk Kimi menempati urutan kedua.

Sekalipun demikian, jumlah calon penerima terbesar di Distrik Nabire tetapi cukup besar dana yang tak terserap. Sekretaris Dinas Sosial, Zakeus Petege mengungkap, data progres penerima BSP ketika dicocokan dengan data di lapangan, banyak calon penerima (KPM) sudah tidak ada di Nabire, sebagian sudah pindah dan lainnya sudah meninggal dunia.

Oleh sebab itu, dana BSP dari calon penerima (KPM) yang tidak ada, akan dikembalikan ke pemerintah pusat. Sebagian besar dana yang akan dikembalikan dari dana yang diperuntukan bagi KPM di Distrik Nabire. “Saat dicari sesuai data Progres, ternyata tidak ada. Karena nama calon penerima bantuan sosial sudah tidak tinggal di Nabire, sudah pindah dan ada juga yang sudah meninggal. Dana yang akan dikembalikan ke pusat, lebih banyak dari Distrik Nabire,” ungkapnya. (ans)