NABIRE - Sekolah Tinggi Teologi Injili Arastamar (STTIA) Nabire sukses menggelar Sidang Senat Terbuka Wisuda ke-XIV dan Dies Natalis ke-21 Program Studi Sarjana Pendidikan Agama Kristen (S.Pd) di Aula RRI Nabire, Selasa (25/8/2026).

Acara wisuda tahun ini mengusung tema penuh makna, yaitu ‘Mereka Membangun Kembali Rumah Allah Menurut Keadaannya Semula dan Mengokohkannya’, yang bersumber dari Kitab 2 Tawarikh 24:13.

Dalam kesempatan tersebut, Rektor STTIA Nabire, Jemmy Novianto, M.Th., berpesan agar para wisudawan tidak cepat berpuas diri, melainkan terus melanjutkan pengabdian nyata bagi dunia pendidikan di Tanah Papua, khususnya di Provinsi Papua Tengah dan Kabupaten Nabire.

Jemmy juga menyampaikan apresiasi mendalam kepada para dosen yang selama empat tahun setia mendidik, serta kepada orang tua, keluarga, gereja dan seluruh pihak yang telah mendukung perjuangan para mahasiswa hingga lulus.

Refleksi perjalanan kampus di usia ke-21 turut disampaikan oleh sang rektor yang mengakui bahwa perjalanan STTIA tidaklah mudah dan penuh dengan liku-liku tantangan.

“Dengan usia 21, dengan perjalanan yang panjang, dengan liku-liku yang luar biasa, kita masih berdiri sampai saat ini. Kita patut bersyukur dan tidak boleh mengangkat kepala terlalu tinggi,” ujar Jemmy dalam sambutannya.

Lebih lanjut, ia menegaskan eksistensi STTIA hingga detik ini bukan semata-mata karena pencapaian manusia, melainkan sepenuhnya merupakan anugerah dan kasih karunia Tuhan.

“Mengapa kita mengambil tema membangun kembali rumah Allah menurut keadaan semula dan mengokohkannya. Mari kita kokohkan kembali dan itu membutuhkan kerja sama kita semua,” katanya mengajak seluruh civitas akademika untuk terus bergandengan tangan.

Sementara itu, perwakilan wisudawan, Melianus Kerouw, mengungkapkan rasa syukur mendalam atas penyertaan Tuhan sehingga ia bersama rekan-rekannya berhasil merampungkan masa studi selama empat tahun.

“Kami mengucapkan syukur kepada Tuhan Yesus karena oleh perkenanan dan kasih Tuhan, pada hari ini kami bisa merasakan kebahagiaan. Perjuangan kami selama kurang lebih empat tahun belajar di STTIA Nabire telah mencapai tujuan,” ungkap Melianus menutup rangkaian acara yang penuh khidmat dan rasa kekeluargaan tersebut. (amd)