Saat Daring dan Luring Belum ada Pendampingan Masimak dari Orang Tua
NABIRE - Kalau anak memilih belajar daring/luring, maka ada sikap tegas dari orang tua untuk memberikan pendampingan bagi anak saat belajar
NABIRE - Kalau anak memilih belajar daring/luring, maka ada sikap tegas dari orang tua untuk memberikan pendampingan bagi anak saat belajar di rumah. Sebab kesuksesan anak di bangku sekolah tidak hanya menjadi tanggung jawab pihak sekolah semata. Karena dengan adanya kegiatan belajar daring/luring yang telah berlangsung beberapa waktu lalu, anak telah berada selama 24 jam di rumah bersama orang tuanya.
Berdasarkan pengalaman belajar daring/luring, terlihat jelas di semua guru bidang studi, terdapat banyak murid yang hanya menerima tugas tetapi tidak dikerjakan dan kembalikan pada guru.
“Kami para guru ingin KBM tatap muka dilaksanakan agar didik soal karakter dan peningkatan kompetensi. Karena pada beberapa waktu lalu dengan penerapan belajar daring dan luring, sesungguhnya guru sangat sulit memberikan pendampingan yang maksimal bagi anak. Sebab 24 jam anak berada bersama orang tua di rumah,” kata Kepala Sekolah SMPN 4 Nabire, H. Suwandi, S.Pd kepada Papuapos Nabire, Rabu (1/9/21).
Untuk itu dengan adanya program pemerintah soal vaksin ini merupakan hal yang bersifat positif. Karena lewat KBM tatap muka, guru bisa ikut membentuk karakter anak dan juga peningkatan kompetensi.
Dan waktu belajar yang dikeluarkan oleh pemerintah saat ini dalam rangka KBM tatap muka hanya 4 jam per hari. Sehingga dengan program vaksin ini pihaknya hanya meminta bantuan dan dukungan dari orang tua murid.(des)
Bagikan artikel ini



