NABIRE – Calon Bupati Nabire nomor urut 1, Yufinia Mote, S.SIT kembali melakukan kampanye pertemuan terbatas, Senin (5/10) siang kemarin.

Kali ini Yufinia Mote melakukan kampanye pertemuan terbatas di kediaman Paulus Yawan, samping Kantor Bappeda Nabire.

Pantuan media ini sejak pukul 12.00 WIT, puluhan warga Byak yang ada di Kabupaten Nabire telah berdatangan di tempat pertemuan.

Sekitar pukul 13.00 WIT, Calon Bupati Nabire nomor urut 1, Yufinia Mote, tiba di tempat pertemuan dan acara pun dimulai.

Yufinia Mote didampingi para tokoh Byak melakukan prosesi pembukaan tirai Rumah Pemenangan Kawasa Byak kepada YUDA oleh calon bupati nomor urut 1.

Sekaligus dilakukan pelantikan tim pemenangan dengan ditandai pengalungan noken oleh calon bupati nomor urut 1 kepada ketua tim pemenangan, Paulus Yawan.

Dan dilanjutkan dengan penyampaian materi kampanye oleh calon bupati nomor urut 1.

Dikatakan Yufinia Mote, diharapkan agar Kabupaten Nabire akan dalam suasana yang aman, damai dan nyaman.

Dan di dalam melaksanakan pembangunan, kata dia, tentu saja dengan melihat kemajemukan masyarakat yang ada di Kabupaten Nabire.

Karena Kabupaten Nabire ini merupakan miniaturnya Indonesia, semua suku ada di Nabire.

“Bahkan sebelum saya lahir sudah ada.

Sehingga kebersamaan ini tetap kami jaga untuk kedepan.

Apalagi Nabire merupakan sentral dari berbagai aktifitas baik transportasi maupun kegiatan ekonomi dan yang lainnya.

Termasuk rujukan orang sakit pun berpusat di Nabire karena Nabire sebagai rumah sakit rujukan,” ujarnya berkampanye. 

Lebih lanjut dikatakan, dulu Nabire seperti apa, sekarang bagaimana dan kedepan Nabire akan dibawa kemana.

Ini merupakan cita-cita dan kerinduan dirinya sehingga bersama semua pihak yang ada di daerah ini untuk melihat kedepan apa yang harus diperbuat.

Baik terhadap masyarakatnya maupun terhadap pembangunanya itu sendiri.

Sehingga apa yang diharapkan bersama itu bisa tercapai. 

Khususnya dalam membangun Nabire dalam keberanekaragaman suku, daerah, agama dan latar belakang dari berbagai profesi.

Dikatakan, Nabire kedepan tidak seperti hari ini tetapi akan semakin berkembang.

Akan menjadi kota yang diincar oleh banyak orang karena tempatnya strategis dalam berbagai hal, baik dalam perputaran ekonomi, tempat pariwisata dan potensi lainnya, begitu juga dengan transportasi. 

“Sehingga sebelum semuanya ada dan semakin terbuka di Nabrie, saya mengajak kita semua untuk mempersiapkan diri sebelum barang itu tiba.

Karena kalau sudah tiba dan jika kita terlambat maka kita akan ketinggalan,” ujarnya.

Terhadap apa yang sudah dibangun dan yang belum dibangun, calon bupati nomor urut 1 ini mengajak semua pihak bersama-sama menyiapkan diri terutama anak-anak generasi muda kedepan karena mereka yang akan melanjutkan pembangunan.  

“Itu merupakan program prioritas kami.

Bagaimana siapkan generasi muda kedepan agar mereka jangan jadi penonton tapi jadi pemain, artinya mereka bisa ikut dalam membangun Kabupaten Nabire kedepan.

Bukan orang lain yang datang urus-urus mereka, tapi mereka yang bisa berbuat sesuatu, setidaknya sekurang-kurangnya bisa berbuat sesuatu untuk dirinya sendiri kemudian untuk keluarnya dan untuk masyarakat banyak,” paparnya. 

Hal seperti ini, kata Yufinia, yang harus mulai disiapkan dari sekarang.

Yang mempersiapkan adalah para orang tua, para pemikir yang ada di Nabire.

Sehingga di dalam menempatkan para pimpinan birokrasi pemerintahan pun, kata Yufinia, pihaknya akan melihat sesuai dengan background atau profesionalitasnya.

Sehingga tugas yang akan dikerjakan itu bisa dikerjakan dengan maksimal.

“Harus punya jiwa melayani, jangan jabatan tinggi, pangkat tinggi, titel bagus tapi kerjanya tidak sesuai.

Saya basicnya orang lapangan, saya lebih akan melihat bagaimana masyarakat apakah sudah sejahtera atau belum.

Jadi siapa yang mau kerja benar mari bersama-sama, tapi yang mau kerja cari uang kami pikir-pikir dulu,” katanya. 

Ditegaskan Yufinia, siapa yang siap melayani, siapa yang siap mengangkat harkat dan martabat masyarakat, siapa yang siap mensejahterakan masyarakat, ini yang dibutuhkan kedepan untuk bersama-sama kerja.

Tegasnya, kita bekerja supaya masyarakat kita juga bisa menjadi tuan di atas negerinya sendiri, bisa menikmati semua hasil pembangunan.

“Manusianya juga perlu untuk kita bangun.

Jangan hanya kita bangun infrasturktur jembatan, jalan, rumah bagus, tapi kualitas manusianya tidak bagus, siapa yang mau menikmati,” paparnya.

Untuk itu, lanjut dia, sebelum semuanya dibangun, sebelum Provinsi Papua Tengah tiba, sebelum hal-hal yang hebat-hebat dibicarakan datang, sebelum lapangan terbang jadi, itu merupakan tantangan besar bagi kita.

Ketika semua itu ada maka akan banyak orang dari luar yang datang.

Mereka datang apakah kita sudah siap untuk bersaing, jangan sampai kita tersisih. 

“Saya sebagai anak yang lahir besar di Nabire yang sudah tahu Nabire dulu seperti apa, sekarang bagaimana dan kedepan harus kemana, mengajak kita semua sama-sama melihat semua ini, kita siapkan diri untuk menyongsong Nabire kedepan,” tegasnya. (ros)