NABIRE — Penataan kawasan perkotaan Nabire mulai memasuki tahap pelaksanaan. Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kabupaten Nabire memastikan siap mengawal proses relokasi pedagang dari kawasan Pantai Nabire ke Taman Gizi agar berjalan aman, tertib dan tidak menimbulkan gangguan ketertiban umum.

Relokasi tersebut merupakan bagian dari langkah Pemerintah Kabupaten Nabire menata kawasan kota sekaligus menyediakan ruang bagi para pedagang untuk melanjutkan aktivitas perekonomian mereka.

Persiapan lokasi relokasi telah dilakukan dengan membersihkan kawasan Taman Gizi, termasuk pembongkaran tembok pembatas yang berada di area tersebut.

Plt. Kepala Satpol PP Kabupaten Nabire, Konstantina Waray, S.IP., mengatakan pihaknya siap melaksanakan setiap arahan pimpinan dalam mendukung kebijakan penataan kota, termasuk mengawal proses relokasi para pedagang.

“Satpol PP siap menjalankan perintah pimpinan untuk mendukung proses penataan kota, termasuk memastikan relokasi pedagang dapat berjalan dengan aman dan tertib,” ujarnya, Jumat (18/9/2026).

Menurut Konstantina, sebelum penataan dilakukan, pemerintah daerah bersama Satpol PP telah mengedepankan pendekatan persuasif dengan melakukan dialog bersama pihak-pihak yang sebelumnya mengklaim kawasan Taman Gizi.

Dari hasil dialog tersebut, kata dia, disepakati bahwa kawasan tersebut merupakan aset Pemerintah Daerah yang selanjutnya akan ditata untuk kepentingan masyarakat.

“Dari hasil dialog, disepakati bahwa lokasi tersebut merupakan aset Pemerintah Daerah yang perlu ditata demi kepentingan bersama,” katanya.

Konstantina menjelaskan, setelah pembongkaran tembok dan pembersihan kawasan selesai, penataan Taman Gizi ditargetkan mulai berjalan pada Senin mendatang.

Para pedagang yang direlokasi diharapkan dapat segera menempati lokasi tersebut sehingga aktivitas perdagangan dan perekonomian masyarakat dapat kembali berjalan.

Untuk memastikan keamanan di kawasan baru tersebut, Satpol PP juga akan menyiapkan pos penjagaan di Taman Gizi. Selain itu, patroli dan pengawasan rutin akan dilakukan untuk mengantisipasi potensi gangguan ketertiban.

“Kami akan melakukan pengawasan dan patroli secara rutin agar situasi di kawasan Taman Gizi tetap aman dan kondusif,” tegasnya.

Ia menambahkan, keberhasilan penataan kawasan tidak hanya membutuhkan peran pemerintah daerah, tetapi juga dukungan seluruh unsur keamanan dan masyarakat.

Konstantina pun menyampaikan apresiasi kepada jajaran TNI dan Polri yang selama ini turut memberikan dukungan dalam menjaga keamanan dan ketertiban selama proses penataan wilayah Kabupaten Nabire.

Ia berharap sinergi antara Pemkab Nabire, Satpol PP, TNI dan Polri terus diperkuat sehingga penataan Kota Nabire dapat berjalan secara aman, tertib, serta memberikan manfaat bagi masyarakat dan para pelaku usaha. (Luk)