NABIRE - Bantuan dana Ujian Sekolah (US) dari Dinas Pendidikan tidak bisa mencukupi seluruh kebutuhan biaya yang timbul akibat US.  Sehingga pihak orang tua murid bersepakat ikut membantu pihak sekolah.

Akhirnya orang tua murid lewat rapat komite bersepakat untuk membantu pihak sekolah dengan setoran per anak Rp 300.000. Karena soal US bukan soal pengawasan saja, tetapi perlu juga ada biaya konsumsi dan juga biaya–biaya lain hingga biaya penulisan ijazah peserta US.

Sebab terhitung bulan September tahun 2021 lalu hingga nanti bulan Juli tahun 2022, SD YPK Paulus Sanoba tidak bisa menerima dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS) yang masih menjadi masalah oleh pejabat kepala sekolah SD YPK Paulus Sanoba sebelumnya.

Karena terhitung bulan September tahun 2021 semua guru honor yang ada di SD YPK Paulus sanoba juga tidak bisa menerima honor hingga nanti pada triwulan tiga tahun 2022 mendatang. Untuk itu pembayaran gaji guru honor untuk sementara diambil dari dana komite, namun tidak cukup.

“Dana bantuan orang tua murid merupakan solusi yang terbaik guna menunjang pelaksanaan US bagi 48 peserta US. Untuk itu kehadiran saya sebagai kepala sekolah di SD YPK Paulus Sanoba ini, sesungguhnya hanya memberikan semangat kepada semua rekan guru agar dapat memberikan pelayanan yang terbaik bagi anak-anak,” ujar Kepala Sekolah SD YPK Paulus Sanoba, Denyy Herman Laturiuw. S.PD-k, M.PD kepada Papuapos Nabire, Kamis (19/5/22).

Dikatakan, dana BOS yang selama ini menjadi andalan satu-satunya bagi sekolah. Namun telah putus disalahgunakan oleh pejabat sebelum dirinya. Sehingga para guru dan pihaknya bersepakat untuk melaksanakan tugas dengan keberadaan yang ada, sementara banyak kekurangan di SD ini.

Sesungguhnya semua kekurangan yang ada, selaku kepala sekolah bersama seluruh dewan guru ingin memperbaikinya. Namun semuanya pasti membutuhkan biaya yang tidak sedikit.  Sehingga dari kekurangan itu pihaknya hanya sepakat untuk bisa melayani anak-anak.(des)