NABIRE - Mulai hari Senin (16/4) terlihat di depan pintu masuk SMA Bhakti Mandala dan SMK Pongtiku Nabire sudah terpancang spanduk yang bertuliskan “Kami para guru SMA dan SMK sudah 3-4 bulan tidak mendapatkan gaji ,maka mulai hari Senin tidak bisa mengajar, terpaksa cari nafkah di tempat lain jika gaji bulan Januari sampai April dibayarkan kami akan mengajar”.Pada spanduk yang berada di SMA Bhakti Mandala dan SMK Pongtiku ini, juga terlihat di depan pintu pagar SMA YPK Tabernakel Oyehe dan pada akhir tulisan di spanduk tersebut,para guru SMA dan SMK meminta agar siswa/i dan orang tua siswa/i dimohon  mendoakan para guru SMA dan SMK yang hingga kini belum juga terima gaji.Dengan melihat spanduk yang berada di depan tiga sekolah tersebut ,wartawan media ini mencoba untuk mencari informasi yang akurat dari pihak kepala sekolah maupun pihak guru-guru, namun satupun tidak di temui untuk dimintai keterangan terkait tulisan pada spanduk tersebut.Untuk itu, salah seorang guru yang ditemui di Kantor Dinas Pendidikan Kabupaten saat berdiskusi dengan wartawan media ini mengatakan, sesungguhnya gaji itu merupakan hak guru yang wajar dan wajib ditanyakan, karena ini sudah 3 sampai 4 bulan kami tidak terima gaji.Namun hal ini sangat dilematis untuk guru tinggalkan tugas berdiri di depan kelas untuk mengajar dan mendidik generasi bangsa ini, sehingga tinggal sekarang dari hati para pejabat yang ada di daerah ini hingga ke provinsi untuk bisa menjawab nasib guru yang hingga kini belum juga terima gaji.Sementara itu, di tempat terpisah melalui via telepon genggamnya, Kepala SMA Negeri 1 Nabire Dambut Bernadus, S.Sos, yang dihubungi terkait adanya aksi keprihatinan guru SMA/SMK melalui spanduk , dia mengatakan belum tau isi spanduk tersebut dan juga belum membacanya.Dan dirinya bersama semua dewan guru yang ada di SMAN 1 Nabire tetap akan melaksanakan tugas mengajar melayani anak-anak bangsa ini, karena tugas guru itu panggilan yang harus dilaksanakan dari dalam hati setiap guru untuk melayani peserta didik. (des)