Sejarah Mencatat Pak Guru Jadi Kepala TK
NABIRE - Kita simak bersama seluruh TK/Paud yang ada di Kabupaten Nabire, rata-rata Kepala Sekolah itu semua ibu guru, bukan pak guru lagi t
Bagikan
NABIRE - Kita simak bersama seluruh TK/Paud yang ada di Kabupaten Nabire, rata-rata Kepala Sekolah itu semua ibu guru, bukan pak guru lagi tapi TK Santo Antonius Bumiwonorejo Nabire dipimpin kepala sekolah seorang guru laki-laki (pak guru) atas nama Petrus Tekege, SH.,MH, yang sekaligus selaku dosen Uswim Nabire. Ini sejarah baru dan dapat dicatat hal baru hingga dapat diapresiasikan atas kepedulian pendidikan mulai dari tingkat dasar yang lebih mencintai dengan tulus yang mulia itu baik di bumi maupun di surga. Mengapa kami katakan demikian, siapa yang mau pak guru yang lain pendidikan dasar bukan Sekolah Dasar (SD) tapi TK jadi kepala sekolah itu pasti ada gengsi. Itu jelas dan tidak mau mengatur anak-anak sekecil begini. “Untuk apa saya urus hal itu biasa muncul dan ada didalam diri, tapi memang yang satu guru sangat luar biasa mencintai tugas dan amanah yang diberikan oleh pemerintah dan Tuhan dapat dilaksanakan sesungguh hati,” kata Petrus Tekege.Dikatakan, yang pertama berkaitan dengan perkembangan lahir TK Santo Antonius tahun ini adalah tahun yang keempat, setelah beberapa tahun yang lalu dengan Pastor Paroki Pastor Yusuf pada saat itu pengurus gereja sepakat bahwa didirikan TK pada di wilayah ini, khususnya di Bumiwonorejo. Sudah dari empat tahun ini yang pertama TK Santo Antonius menerima 12 siswa dan dari dua belas siswa ditamatkan 7 dan tersisa ada kelas c pada waktu itu. Kemudian pada tahun kedua, TK Santo Antonius itu menerima 18 siswa dari 18 siswa yang kami terima ditambah dengan 5 siswa kelas A dan kelas B, tapi sebelumya terbuka 25 siswa tapi terakhir TK Santo Antonius menamatkan sebanyak 5 siswa pada tahun 2017.Dan pada tahun 2018, TK Santo Antonius menerima siswa baru sebanyak 25 siswa dari 25 siswa yang terakhir tamat sebanyak 18 siswa tahun yang lalu dan tahun ini kurang lebih 25 siswa yang kami terima, tapi pada hari ini yang tamat hanya 7 siswa karena dengan orang tua adanya berbagai hal masalah antara lain karena kebanyakan orang tua berpindah tempat ke Dogiyai, Deiyai dan lain sebagainya.Hingga anak terpaksa keluar dari TK Santo Antonius dan tersisa sebanyak 8 siswa dan satu tahun yang lalu kami berpikir bahwa TK ini harus diakreditasi, sehingga kami berusaha mempersiapkan berbagai hal yang berkaitan dengan persyaratan dengan akreditasi dan itu kami masing-masing siapkan beberapa bulan yang lalu, tepatnya bulan Februari TK Santo Antonius sudah akreditasi B.“Kami bersyukur karena banyak sekolah di Kabupaten Nabire, yang belum akreditasi seperti kami TK Santo Antonius baru empat tahun dan berkaitan dengan itu ada beberapa hal yang perlu disampaikan bahwa dari 126 TK/Paud dikunjungi di seluruh Papua pada tahun 2018 kemarin TK kami termasuk dapat dikungungi dan sekian banyak itu ada sekian 90an TK yang akreditasi hingga kami harap ditempat ini kedepan siswa akan meningkat terus,” pungkasnya. (modes)
Bagikan artikel ini



