Si Jago Merah Mengamuk di Kartum
NABIRE – Minggu (1/3) siang, si jago merah, mengamuk di Karang Tumaritis sehingga menyebabkan satu toko, satu bengkel terbakar rata, h
Bagikan
NABIRE – Minggu (1/3) siang, si jago merah, mengamuk di Karang Tumaritis sehingga menyebabkan satu toko, satu bengkel terbakar rata, hanya menyisakan puing-puing. Beberapa rumah warga di sampingnya kiri dari depan jalan dan rumah di belakang bengkel dan toko, ikut terbakar. Peristiwa kebakaran tersebut, semula berasal dari Toko Sumber Abadi di perempatan Karang Tumaritis. Begitu cepatnya kobakarn api dari dalam toko, si jago merah merayap ke sebelah mengenai Bengkel Motor Metro, sebuah bengkel resmi dari Honda di Nabire.Cuaca panas kemarin siang dan angin sepoi seolah memberi semangat si jago merah, sehingga kobaran api telah meratakan Toko Sumber Abadi dan Bengkel Motor Metro. Tiga rumah di samping kiri dari depan toko Sumber Abadi dan beberapa rumah lainnya pun ikut terbakar. Satu rumah di belakang Toko Sumber Abadi pun terbakar rata.Kobaran api melebar cepat sehingga rumah di samping kiri Bengkel Motor Metro dan beberapa rumah di bagian belakang bengkel dan Toko Sumber Abadi juga ikut terbakar. Namun, hanya sebagian, karena, mobil pemadam kebaran dari Polres Nabire, Bandara Nabire, Kodim 1705 Paniai dan mobil pemadam lainnya berhasil menekan kobaran api.Akibat kobaran api tersebut, isi dari toko seluruhnya ludes terbakar. Sementara di Bengkel Motor Metro, kekayaan dan barang di dalam bengkel terbakar rata, kecuali beberapa motor titipan, sempat diselamatkan.Belum bisa dipastikan, penyebab kebakaran yang menghangus ratakan toko dan bengkel motor, satu rumah di bagian belakang dan beberapa rumah penduduk yang terkena amukan si jago merah.Beberapa warga yang menyaksikan musibah kebakaran tersebut menilai, tidak adanya kram umum untuk pengisian air di dalam kota Nabire, menghambat pemadam kebakaran. Karena, memakan waktu agak lama untuk mendapatkan air, ketika air di tangki mobil pemadaman kebakaran milik pemerintah, Polres dan TNI terkuras habis.Sebab, menurut warga, jika seandainya Nabire punya kran umum, tidak butuh waktu lama dan api tidak menjalar begitu cepat karena sudah bisa ditangani oleh beberapa mobil pemadam kebakaran yang ada. Si Jago Merah mengamuk cepat, sementara kita masih harus sibuk untuk mencari air ke tangki pemadam kebakaran sehingga agak lamban mencegah kobakaran api meluas.Oleh karena itu, beberapa warga yang ditemui di sela-sela menyaksikan amukan si jago merah, menuturkan, pemerintah daerah sebaiknya menyediakan kran-kran umum untuk kebutuhan mobil pemadam kebakaran di tengah pemukiman penduduk, tidak hanya di tempat umum.Dua tahun silam, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Nabire merencanakan untuk membangun kran umum tersebut di Oyehe. Tetapi nyatanya, hingga kini belum merespon dan merealisasikan program tersebut. Padahal, sarana tersebut sangat dibutuhkan ketika si jago merah mengamuk di tengah pemukiman penduduk, di pasar dan di tempat usaha. (ans)
Bagikan artikel ini



