NABIRE - Pengamanan sidang beragendakan pembacaan tuntutan di Pengadilan Negeri (PN) Nabire berlangsung aman, tertib dan kondusif. Sidang yang merupakan agenda persidangan kelima tersebut dimulai sekitar pukul 11.30 WIT dan berakhir pada pukul 15.00 WIT, Senin (31/8/2026).

Meski sempat terjadi dinamika di tengah massa berupa lemparan botol air mineral, situasi secara keseluruhan berhasil dikendalikan aparat keamanan sehingga tidak berkembang menjadi gangguan keamanan yang lebih besar.

Kapolres Nabire AKBP Samuel D. Tatiratu, S.I.K., M.H., CPHR, menyampaikan kondusivitas selama persidangan tidak terlepas dari koordinasi dan komunikasi yang dilakukan antara aparat keamanan, pemerintah daerah, Kejaksaan Negeri Nabire, Pengadilan Negeri Nabire, tokoh masyarakat, serta sejumlah organisasi dan perwakilan masyarakat.

“Pengamanan berjalan dengan baik berkat koordinasi dan komunikasi seluruh pihak. Kami mengapresiasi pemerintah daerah, Forkopimda, tokoh masyarakat serta seluruh peserta aksi yang telah bersama-sama menjaga situasi tetap kondusif,” ujar Samuel.

Untuk mengantisipasi potensi gangguan keamanan akibat jumlah massa yang cukup besar, Polres Nabire mengerahkan sebanyak 365 personel dalam pengamanan persidangan.

Selain pengerahan personel, aparat juga memasang security barrier berupa kawat duri di sekitar area PN Nabire sebagai bagian dari langkah antisipasi terhadap kemungkinan terjadinya gangguan keamanan.

Perhatian aparat kini diarahkan pada agenda persidangan berikutnya, khususnya pembacaan putusan atau vonis. Kepolisian memperkirakan agenda tersebut berpotensi dihadiri massa dalam jumlah lebih besar.

Karena itu, polisi meminta pengurus massa aksi dan Ikatan Keluarga Toraja (IKTE) untuk menyampaikan pemberitahuan resmi apabila akan menggelar aksi penyampaian aspirasi.

Koordinasi juga akan terus dilakukan untuk mengantisipasi kemungkinan hadirnya pihak-pihak yang tidak berkepentingan atau penyusup yang dapat memprovokasi massa dan memicu gangguan keamanan.

Selain pengamanan personel, kepolisian juga menyiapkan skenario rekayasa lalu lintas di ruas jalan depan PN Nabire.

Penggunaan satu jalur di depan pengadilan akan dievaluasi. Apabila jumlah massa meningkat secara signifikan pada saat sidang putusan, polisi dapat menerapkan penutupan jalan sementara maupun sistem buka-tutup lalu lintas.

Langkah tersebut dilakukan untuk menjaga keamanan, sekaligus memastikan aktivitas masyarakat dan pengguna jalan tetap dapat dikendalikan selama proses persidangan berlangsung.

Kapolres Nabire mengimbau seluruh masyarakat, keluarga korban, simpatisan maupun peserta aksi agar tetap menghormati proses hukum yang sedang berjalan.

Masyarakat juga diminta menyampaikan aspirasi secara damai serta tidak melakukan tindakan yang dapat mengganggu jalannya persidangan maupun keamanan umum.

“Kami mengimbau seluruh lapisan masyarakat dan simpatisan untuk tetap menjaga ketertiban, menyampaikan aspirasi secara damai dan bersama-sama mendukung agar proses hukum ini dapat berjalan sampai selesai,” tegas Samuel.

Kepolisian turut menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Daerah, jajaran Forkopimda, tokoh masyarakat, serta seluruh peserta aksi yang telah bekerja sama menjaga situasi keamanan dan ketertiban selama rangkaian persidangan.

Koordinasi lintas sektor akan terus diperkuat menjelang sidang putusan guna memastikan seluruh rangkaian proses hukum di PN Nabire dapat berlangsung aman, tertib, dan kondusif. (luk)