Situs Momorikotey Diharapkan Jadi Obyek Wisata Sejarah
NABIRE - Ketua Tim Peneliti Situs Momorikotey Pulau Panjang (Kapatar) Kampung Mambor Distrik Kepulauan Moora dari Balai Arkeologi Kementeria
NABIRE - Ketua Tim Peneliti Situs Momorikotey Pulau Panjang (Kapatar) Kampung Mambor Distrik Kepulauan Moora dari Balai Arkeologi Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Papua, Klementin Faryo mengatakan, Situs Momorikotey diharapkan menjadi obyek wisata sejarah.
Karena dari hasil penelitian yang telah dilakukan ditemukan sejumlah benda prasejarah berupa alat batu. Yakni berupa kapak lonjong batu, penokok sagu dari batu, kapak karang dan sejumlah barang peninggalan masa pra sejarah.
Penelitian akan kembali dilakukan Balai Arkeologi Papua pada tahun 2022 mendatang di Pulau Panjang Mowirin. Karena sudah ditemukan rangka manusia pada kedalaman galian 1,5 Cm.
“Setelah semua kegiatan penelitian di Kampung Mambor selesai, tim juga akan bergeser ke Kampung dan distrik lain yang ada di Kabupaten Nabire,” kata Ketua Tim Peneliti Arkeologi Papua, Klementin Faryo kepada Papuapos Nabire, Senin (28/6/21).
Untuk itu lewat kegiatan sosialisasi ini, tim arkeologi memberitahukan kepada masyarakat Kabupaten Nabire bahwa di Pulau Kapatar Mowirin pernah dihuni oleh nenek moyang orang asli Papua. Sebagai buktinya, kini lewat hasil penelitian yang dilakukan semenjak tahun 2018 lalu atas hasil dan infomai dari Rini Aronggear yang pasa saat itu sedang merayakan natal pada tahun 2016 saat natal bersama keluarga. Sehingga diharapkan ke depan Situs Momorikotey menjadi obyek wisata, tetapi juga menjadi obyek wisata sejarah yang sangat dikenal oleh semua orang Papua.
Sebab tanpa masa lampau kita tidak ada masa depan, dengan mengungkap, memaknai peninggalan, siapa kita dan mengapa kita ada di tanah ini, benda-benda peninggalan nenek moyang kita merupakan jati diri kita, idenitas kita, akar budaya kita untuk itu perlu dijaga dan dilestarikan Situs Momorikotey. (des)
Bagikan artikel ini



