NABIRE - Sudah beberapa tahun ini SMKN 1 Nabire melalui Jurusan Budi Daya Ternak Unggas telah berhasil menghasilkan 15 hingga 20 rak telur perhari  yang dihasilkan dari 750 ekor ayam petelur yang selama ini digelutinya.

Dengan harga jual per rak yang bervariasi. Untuk telur yang jenis kecil biasa dijual dengan harga Rp 40 ribu per rak. Sementara untuk telur sedang dijual dengan harga Rp 55 ribu per rak. Sedangkan untuk ukuran teluar yang besar dijual dengan harga Rp 60 ribu per rak.

Sesungguhnya pihak sekolah sangat kewalahan dalam menyediakan stok telur. Sementara permintaan di pasar terus meningkat. Sehingga untuk menjawab kebutuhan pasar untuk telur ayam lokal Nabire hanya dengan menambah jumlah ayam petelur.

“Di SMKN 1 Nabire ada 8 program jurusan dan semuanya dapat dikerjakan oleh para siswa dengan pendampingan guru kejuruan,” ujar Kepala Sekolah SMKN 1 Nabire, AL Sinaga, S.Pd., M.Pd kepada Papuapos Nabire, Senin (11/4/22).

Dikatakan, jumlah produksi telur yang ada di SMKN 1 Nabire, sesungguhnya stoknya masih kurang karena permintaan terus bertambah.

Diharapkan dari 8 jurusan ini para pelajar kelak akan lulus dan tidak melanjutkan lagi pendidikan ke Perguruan Tinggi (PT), bisa saja masuk dunia kerja dan bisa juga menciptakan lapangan kerja baru.

Untuk itu semua proses pemeliharaan hingga perawatan dan juga produksi serta penjualan hasil, pihak sekolah bersama para guru kejuruan dapat memberikan kesempatan bagi semua murid berdasarkan kejuruan untuk lebih banyak belajar teori maupun praktek langsung. (des)