SMKN 1 Target Terima 350 Murid Baru Mengisi Program 8 Jurusan
NABIRE - Memasuki awal tahun pelajaran 2019/2020 ini, SMK Negeri 1 Nabire telah menargetkan untuk menerima 350 calon murid baru yang akan me
Bagikan
NABIRE - Memasuki awal tahun pelajaran 2019/2020 ini, SMK Negeri 1 Nabire telah menargetkan untuk menerima 350 calon murid baru yang akan mengisi 8 program jurusan, sehingga dengan target yang ada kini SMKN 1 masih membuka pendaftaran murid baru bagi para lulusan SMP/MTs yang ada di wilayah Nabire maupun beberapa kabupaten tetangga.Kedelapan program jurusan yang ada di SMKN 1 Nabire, yakni program jurusan Agrobisnis Tanaman Pangan dan Hortikulturan yang ditargetkan dua kelas, Perikanan 2 kelas, Teknik Jaringan dan Komputer (TKJ) juga dua kelas, Teknik Kendaraan Ringan (TKR) 2 kelas, Teknologi Hasil Pertanian (THP) 2 kelas, kesehatan hewan 1 kelas dan program jurusan peternakan satu kelas.Demikian dikatakan Kepala SMKN 1 Nabire Drs Yustus Paisey, MM kepada Papuapos Nabire, Jumat (14/6), di ruang kerjanya seraya menambahkan, dari target 350 calon murid baru itu akan dibagi perkelasnya 36 orang sesuai dengan program jurusan yang dipilih oleh calon peserta didik hingga ke delapan jurusan yang ada.Dengan demikian pada saat pendaftaran dan pengisian formulir yang dibagikan pihak Panitia Penerimaan Murid Baru (PPMB), para calon diarahkan untuk membaca secara seksama pada bagian pengambilan program jurusan yang akan dipilih, karena dengan dasar itu akan menjadi acuan pembagian murid sesuai jurusan yang dipilihnya.Sementara bagi siswa/siswi kelas II yang sebentar lagi akan naik ke kelas III dapat diarahkan untuk tidak liburan semester genap tetapi diarahkan untuk tinggal di tempat atau tetap ke sekolah, karena akan dilakukan pembekalan Prakerin dan selanjutnya diarahkan langsung ke Dunia Usaha dan Dunia Industri (DUDI) yang telah ditunjuk sebagai mitra kerja bersama SMKN 1 Nabire.Dan kali ini untuk kegiatan Prakerin keluar Papua atau diluar Nabire semuanya tergantung pada orangtua murid, karena pihak sekolah telah meminta orang tua lewat rapat bersama sebelum liburan Idul Fitri 1440 H, sehingga tawaran ini kembali pada kesanggupan dan persetujuan orangtua murid berdasarkan hasil kesepatakan rapat. (des)
Bagikan artikel ini



