Sudah 8 Tahun SD Bakidi Yasebaper, Keterbatasan Rombel
NABIRE - Semenjak dibangunnya SD Bakidi yang bernaung di bawah payung hukum Yasebaper di 8 tahun silam, hingga saat ini hanya memiliki 5 Rombongan Belajar (Rombel) yang dibangun. Dan dari 5 Rombel itu, 4 Rombel digunakan sebagai ruangan kelas dalam rangka menunjang Kegiatan Belajar Mengajar (KBM). Sementara satu ruangan lagi digunakan untuk ruangan kantor kepala sekolah, operator dan juga ruangan dewan guru.

NABIRE - Semenjak dibangunnya SD Bakidi yang bernaung di bawah payung hukum Yasebaper di 8 tahun silam, hingga saat ini hanya memiliki 5 Rombongan Belajar (Rombel) yang dibangun. Dan dari 5 Rombel itu, 4 Rombel digunakan sebagai ruangan kelas dalam rangka menunjang Kegiatan Belajar Mengajar (KBM). Sementara satu ruangan lagi digunakan untuk ruangan kantor kepala sekolah, operator dan juga ruangan dewan guru.
Hingga saat ini, di akhir tahun pelajaran 2021/2022, SD Bakidi Yasebaper yang terletak di Kampung Lani, Distrik Teluk Kimi, telah menamatkan 3 angkatan dan angkatan pertama sudah juga tamat dari SMP/MTs di tahun ini.
“Dengan keterbatasan Rombel, tiap tahun kami juga batasi penerimaan murid baru,” kata Kepala Sekolah SD Bakidi Yasebaper, Norma Ema Rumpaidus, S.Pd-K kepada Papuapos Nabire, Selasa (31/5/22).
Sehingga diharapkan kepada pemerintah daerah melalui Dinas Pendidikan Kabupaten Nabire agar dapat melihat keberadaan kebutuhan sarana prasarana gedung kelas baru bagi SD Bakidi Nabire. Sebab dalam mencerdaskan anak-anak bangsa atau anak-anak masyarakat di daerah ini, tentunya sekolah–sekolah swasta juga punya andil dan turut mengambil bagian untuk mencerdaskan generasi emas di Kabupaten Nabire.
Dengan demikian, perhatian diharapkan tidak hanya ke sekolah–sekolah negeri atau tertentu saja. Tetapi ada pemerataan pembangunan sarana gedung kelas ke semua SD-SD yang ada di daerah ini. (des)
Bagikan artikel ini



