NABIRE – Jika dilihat dari dekat, SDN 01 Bumi Mulia, Distrik Wanggar, sudah tidak layak lagi gedung sekolahnya. Tetapi semuanya dikembalikan pada pihak pengambil kebijakan di daerah ini.

Faktanya sudah 3 kali kehadiran konsultan di SDN 01 Bumi Mulia. Pihak konsultan mengukur seluruh bangunan dan mengatakan bangunan atau sekolah SDN 01 akan direhap semuanya. Namun janji untuk merehab seluruh bangunan tak kunjung tiba. Dan anak–anak tetap saja belajar di ruangan kelas yang sudah tidak pantas lagi.

“Dari seluruh bangunan kelas yang ada ini, sesungguhnya ada 3 kelas yang rusak fatal. Dan sampai saat ini SDN 01 Bumi Mulia membutuhkan satu rungan perpustakaan, satu rungan kantor dan satu ruangan UKS.  Sebab sampai saat ini belum ada tiga ruangan tersebut semenjak sekolah ini dibangun,” kata Kepala Sekolah SDN 01 Bumi Mulia, Martha Buara, S.Pd kepada Papuapos Nabire, Kamis (7/10/21).

Kata dia, untuk saat ini ada dua rungan kelas yang dapat digunakan sebagai ruangan dewan guru. Dan juga satu lagi menjadi ruangan kepala sekolah yang disekat lagi untuk pelajaran agama.

Untuk itu kepala sekolah dan dewan guru meminta dan memohon agar ada kebijakan langsung dari Kepala Dinas Pendidikan. Agar ada kegiatan rehab di beberapa ruangan kelas pada SDN 01 Bumi Mulia yang dianggap rusak berat dan rusak ringan atau sedang.

“Sebab berdasarkan data pihak sekolah semenjak tahun 2018 dan pada tahun 2020 sekolah kami ini didatangi pihak konsultan dan mengukurnya, tetapi hingga saat ini belum juga datang proyeknya,” kata dia. (des)