Tak Ada Jaringan, 24 Murid SMA YPK UNBK di Gedung Milik Tabernakel
NABIRE - Kesiapan jelang Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK) di SMP YPK Dr Nomenzen ST. Manbraku Nabire sesungguhnya lebih lengkap denga
Bagikan
NABIRE - Kesiapan jelang Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK) di SMP YPK Dr Nomenzen ST. Manbraku Nabire sesungguhnya lebih lengkap dengan jumlah sarana dan prasarana memadai, akan tetapi dari sisi jaringan Telkomsel tidak tersedia, sehingga ke24 murid peserta ujian dari SMK YPK Nomenzen dapat diarahkan untuk mengikuti UNBK di gedung dan menggunakan perangkat komputer milik SMA YPK Tabernakel. Dan ke24 murid SMK YPK Dr Nomenzen ST. Mabraku ini mengikuti UNBK di suasana kepanikan manusia terhadap maraknya ketakutan terhadap virus Corona, namun dengan harapan dan bimbingan lewat Kepala Sekolah Dra. Orpa Aibekob, M.Pd dan Ketua Panitia UN tingkat SMK YPK Kristina Wospakrik, S.Pd.MM dan juga anggota DPRD Nabire. Untuk itu, dengan langkah mengikuti UNBK dengan menggunakan fasilitas milik SMA YPK Tabernakel, akhirnya selama UNBK ke24 murid SMK YPK dikarantinakan di dua tempat, yakni ada sebagian di rumah Ibu kepala sekolah yang terletak di Kelurahan Siriwini dan satu kelompok lagi di rumah Ibu Kristina Wospakrik. Demikian dikatakan Kepala Sekolah Sekolah SMK YPK Dr Nomenzen. ST Mambraku Dra. Orpa Aibekob, M.Pd kepada Papuapos Nabire, Kamis (19/3) di seputar halaman SMA YPK seraya menambahkan, dengan adanya karantina ke24 peserta ujian selama UNBK telah mendapatkan restu atau izin langsung dari orang tua murid. Sehingga selesai UNBK pihak sekolah akan mengembalikan semua murid kepada orangtua, dimana pada kepulangan mereka ini akan diantar langsung oleh dewan guru ke rumah-rumah dan diserahkan kepada orang tua. Dan inilah bentuk kerjasama yang sangat baik, dimana orang tua murid sangat mendukung pihak sekolah demi suksesnya UNBK, sehingga di UNBK kali bukan kami tidak siap tetapi jaringan milik Telkomsel yang tidak bisa masuk, sementara perangkat sarana dan prasarana menuju UNBK milik SMK YPK sangat lengkap malah ada kelebihan komputer. Untuk itu, dalam suasana maraknya ketakutan akan virus Corona, ke24 murid yang terdiri dari jurusan geologi tambang sebanyak 14 orang dan jurusan Teknik Jaringan Komputer (TKJ) sebanyak 10 orang mempunyai semangat yang sangat tinggi untuk menyelesaikan tugas akhir sebagai pelajar di UNBK dengan baik dan lancar.(des)
Bagikan artikel ini



