Tak Ada Waktu Kosong KBM Ditengah Pandemi Covid-19 Bagi Sekolah Besar
NABIRE - Awal bulan Agustus 2020, Pemerintah Kabupaten Nabire telah mengeluarkan Rekomendasi Kegiatan Belajar Mengajar (KBM) tatap muka lang
NABIRE - Awal bulan Agustus 2020, Pemerintah Kabupaten Nabire telah mengeluarkan Rekomendasi Kegiatan Belajar Mengajar (KBM) tatap muka langsung bagi jenjang pendidikan SMP/MTS, SMA/SMK dan MA.
Dan kondisi kegiatan tatap muka di sekolah sangat terasa alias tidak ada waktu kosong.
Sebab dengan adanya penerapan angka ganjil dan genap, semua kelas dapat terisi sesuai dengan ketentuan yang telah diatur lewat protokol kesehatan.
Sehingga semua sekolah besar atau yang banyak jumlah muridnya diatur sedemikian rupa agar proses KBM tetap berjalan didasarkan pada ketentuan dalam satu hari hanya bisa KBM selama 4 jam atau selama 4 jam ada kegiatan KBM tatap muka langsung.
Namun bagi sekolah besar yang memiliki kelas pararel A dan B yang biasanya dalam satu kelas diisi oleh 30 hingga 32 murid terpaksa harus dibagi lagi menjadi 4 kelas, sehingga gurupun dapat mengajar fuul tanpa ada waktu luang.
Demikian dikatakan Kepala SMK Negeri 2 Nabire Drs. Yustus Paisey, MM kepada Papuapos Nabire, Jumat (28/8) di ruang kerjanya seraya menambahkan, dengan penerapan angka ganjil dan genap, tidak ada waktu kosong bagi guru disetiap hari efektif KBM tatap muka.
Sehingga bagi SMKN 2 Nabire dalam satu hari dapat diisi 4 mata pelajaran atau bidang studi dengan pembagian waktu 30 menit perbidang studi, dimana guru hanya bisa menjelaskan pelajaran dan selanjutnya memberikan tugas kepada peserta didik.
Hingga saat ini pihak sekolah besar atau kecil telah berkewajiban untuk melaksanakan protokol kesehatan, namun hal itu hanya sebatas di halaman sekolah yang bisa dilihat dan diawasi oleh guru, sehingga butuh perhatian dan kerjasama lagi dengan pihak orang tua di rumah agar anak tetap sehat dan bisa aktif ke sekolah.(des)
Bagikan artikel ini



