NABIRE – Lantaran tidak cukup Rombongan Belajar (Rombel) atau ruang kelas akhirnya SD YPBI Sion Samabusa meminjamkan dua kelas  milik Taman Kanak-kanak (TK) guna mensukseskan proses Kegiatan Belajar Mengajar (KBM), sebab hingga saat ini SD YPBI Sion Samabusa hanya memiliki 6 Rombel. Sementara jumlah murid dari kelas I hingga kelas VI di SD YPBI Sion Samabusa hingga saat ini berjumlah 311 murid, maka dengan kekurangan Rombel ini membuat pihak sekolah terpaksa menggabungkan dua kelas menjadi satu kelas. Kondisi meminjamkan dua gedung milik TK hingga peminjaman satu ruangan perpustakaan juga masih kurang, karena jumlah murid tidak sebanding dengan jumlah ruangan yang tersedia, sehingga pihak sekolah meminta adanya kebijakan langsung dari Pemerintah Kabupaten Nabire melalui Dinas Pendidikan. Demikian dikatakan Kepala SD YPBI Sion Samabusa Petrus Pali, S.Pd kepada Papuapos Nabire, Selasa (28/1), di seputar Kantin Dinas Pendidikan seraya menambahkan, SD YPBI hingga kini membutuhkan tambahan 4 ruang kelas baru lagi. Sebab dengan kondisi terbatasnya RKB di SD YPBI Sion ini, membuat pihak sekolah tidak bisa berbuat apa-apa, sementara pihak sekolah juga membatasi jumlah penerimaan murid baru tetapi juga jumlah murid pindahan terus bertambah di setiap tahun pelajaran. Dengan demikian harapan kepala sekolah bersama dewan guru dan orang tua murid hanya bisa berharap adanya perhatian langsung dari Dinas Pendidikan Nabire agar kekurangan RKB bisa dibijaki dalam tahun pelajaran ini.(des)