NABIRE - Ketika hujan deras mengguyur Kota Nabire pada Sabtu (18/9/21) sore, sejumlah titik ruas jalan di kota ini tergenang air dan sejumlah sungai pun terlihat meluap.

Termasuk Sungai Sanoba yang begitu derasnya, sehingga terlihat sejumlah masyarakat Kampung Sanoba dan Kampung Waharia ikut berdiri dan menyaksikan derasnya banjir di Sungai Sanoba. Diantara masyarakat dari dua kampung ini, ada pula Ketua Rukun Tetangga (RT) 01 Kampung Waharia, Azer Raubaba yan.

Diperkirakan pada pukul 16.15 Wit, terlihat abutmen tengah jembatan mulai bergerak dan rubuh ke dalam sungai. Diikuti besi gelagar jembatan bagian timur dan barat pun ikut rubuh dan masuk ke dalam air berarus deras.

Kini Jembatan Sungai Sanoba Bawah sudah putus total. Akses masyarakat pingggiran Tempat Pendaratan Ikan (TPI) terpaksa harus memutar lagi jika ingin ke kota.

Sementara itu, ada pula sejumlah anak sekolah yang ikut menyaksikan rubuhnya Jembatan Sungai Sanoba Bawah ikut kesal. Karena mereka ke sekolah harus memutar lagi lewat Balai Benih Ikan dan Kantor Basarnas.

Kata Azer Raubaba, pada beberapa tahun lalu Jembatan Sanoba ini sudah rusak atau miring dan tidak bisa dilalui kendaraan roda empat. Namun selaku ketua RT, dirinya berusaha dengan apa adanya demi anak sekolah.

Tetapi untuk saat ini sudah tidak bisa diperbaiki darurat lagi.  Sebab jembatan sudah putus total. Dengan demikian akses perekonomian masyarakat maupun akses anak sekolah harus putar lewat jalan atas. (des)