NABIRE - Kitab suci menurut Katekismus Gereja Katolik,tidak mengenal kitab suci berarti tidak mengenal Kristus. Demikian diungkap Pastor Paroki Santo Yosep Pastor Injonito Gerry Da Krus SCH.P, saat pembinaan bulan Kitab Suci. Kegiatan dilaksanakan di ruang pertemuan Paroki Santo Yosep Nabar, Minggu (29/8/21).

Dalam materi pembinaan Bulan Kitab Suci, Pastor menyampaikan Kristus satu-satunya Sabda Kitab Suci untuk mewahyukan diri kepada manusia. Allah berbicara dalam kebaikan-NYa kepada manusia dengan bahasa manusiawi. 

Dikatakan Pastor, inspirasi dan kebenaran Kitab Suci Allah adalah penyebab Kitab Suci. Yang diwahyukan oleh Allah dan yang termuat serta tersedia dalam kitab suci telah ditulis dengan ilham Roh Kudus. Roh Kudus adalah penafsir Kitab Suci di dalam kitab suci Allah berbicara kepada manusia dengan cara manusia.

Arti ganda Kitab Suci, lanjutnya, sesuai dengan tradisi tua arti kitab suci itu bersifat ganda arti harafiah dan arti rohani. Arti harafiah adalah arti yang dicantumkan oleh kata-kata kitab suci dan ditemukan oleh eksegese, yang berpegang pada peraturan penafsiran teks secara tepat.

Arti rohani berkat kesatuan rencana Allah, maka bukan hanya teks Kitab Suci, melainkan juga kenyataan kejadian yang dibicarakan teks itu dapat merupakan tanda. Arti Alegoria kita dapat memperoleh satu pengertian yang lebih dalam mengenai kejadian-kejadian, apabila kita mengetahui arti yang diperolah peristiwa itu dalam Kristus. 

Arti moral kejadian-kejadian yang dibicarakan dalam Kitab Suci harus mengajak kita untuk melakukan yang baik. Arti Anagogis kita dapat melihat kenyataan dan kejadian dalam arti yang abadi, yang mengantar kita ke atas, ke tanah air abadi misalnya gereja dibumi ini adalah lambing Yerusalem surgawi.

Konon Kitab Suci dalam tradisi apostolic gereja menentukan, kitab-kitab mana yang harus dicantumkan dalam daftar kitab-kitab suci. Perjanjian Baru Sabda Allah, yang merupakan kekuatan Allah demi keselamatan semua orang yang beriman. Dalam penyusunan injil-injil dapat kita bedakan tiga tahap pertama kehidupan dan kegiatan mengajar Yesus. Kedua Tradisi lisan dan ketiga penulisan Injil-injil.

Kitab Suci dalam kehidupan gereja adapun sedemikian besarlah daya dan kekuatan Sabda Allah.  Sehingga bagi gereja merupakan tumpuan serta kekuatan dan bagi putra/putri gereja menjadi kekuatan iman, santapan jiwa, sumber jemih dan kekal hidup rohani. 

“Bagi kaum beriman kristiani jalan menuju Kitab Suci harus terbuka lebar-lebar,” pungkasnya. (modes)