NABIRE – Puluhan tenaga medis RSUD Nabire mendatangi Kantor Bupati Nabire, Rabu (17/3/2021) siang. Mereka berbondong-bondong ke kantor bupati untuk mengadukan nasib mereka. Mereka mengeluhkan insentif triwulan keempat tahun 2020 yang hingga kini belum diterima. Selain itu, mereka juga mempertanyakan soal insentif triwulan pertama tahun 2021 dan juga honor untuk 239 orang honorer yang diduga tidak ada di dalam DPA tahun ini.

Pantuan media ini, awalnya para tenaga medis RSUD Nabire menunggu di lapangan upacara Kantor Bupati Nabire. Tidak berselang lama, Plh. Bupati Nabire yang adalah Plt. Sekda Nabire, Daniel Maipon, S.STP, menemui para tenaga medis di ruang rapat Kantor Bupati Nabire. Pertemuan juga dihadiri Ketua Bappeda Nabire beserta staf, Inspektorat Nabire, Dinas Kesehatan Nabire, dan pihak terkait lainnya.

Salah seorang perwakilan tenaga medis RSUD saat pertemuan menuturkan, pihaknya di RSUD Nabire banyak alumni Covid-19. Dengan aksi penyampaian keluhan ini, terkesan sudah tidak mengikuti protocol kesehatan. Hal ini dilakukan, kata dia, karena mau tidak mau pihaknya harus datang menyampaikan persoalan yang dihadapi.

“Karena kami punya teman-teman honorer sampai sudah ada yang jual dispenser, ada yang jual televisi. Kami dengar informasi juga yang mengatakan untuk apa RSUD dikasih insentif, nanti kalo RSUD dikasih nanti kantor lain minta. Kami merasa terlalu diremehkan, tahun 2020 dari bulan Februari kami sudah stay sebelum Covid-19, kantor-kantor lain kan tutup, kami 24 jam siap pelayanan. Kami sudah kerja setengah mati. Kantor lain, ada 1 pegawai kena Covid-19 kantor tutup semua. Kami hampir 100 orang yang kena Covid-19 bagaimana kami mau tutup, itu tidak mungkin,” paparnya.  

Proses Administrasi Percepat Pembayaran Insentif  

Pada pertemuan itu, Plh. Bupati Nabire yang adalah Plt. Sekda Nabire, Daniel Maipon, S.STP, menuturkan jika insentif tenaga medis di RSUD Nabire pada triwulan keempat tahun 2020 belum terbayarkan. Hal itu terjadi dampak adanya pandemic Covid-19 yang berimbas dilakukannya refocusing anggaran di daerah ini.

Lantaran belum terbayarkan, akhirnya insentif triwulan keempat tahun 2020 menjadi hutang. Dan di tahun 2021, telah dianggarkan senilai 6 milyar rupiah lebih untuk membayar hutang insentif tenaga medis RSUD Nabire yang terhutang pada tahun 2020.

“Uang insentif tenaga medis RSUD sudah dianggarkan di tahun anggaran 2021. Uangnya sudah ada, hanya saja untuk membayarkannya itu butuh proses administrasi. Ditambah lagi dengan tahun 2021 ini sudah mulai diterapkan Sistim Informasi Pemerintah Daerah (SIPD) sebagai penggandi SIMDA. Dengan diberlakukannya sistim baru ini, lanjut Maipon, tentu berpengaruh terhadap proses pencairan dana insentif tersebut.

“Tadi sebelum para tenaga medis datang, saya sudah bicarakan dengan instansi-instansi terkait soal ini. Dengan sistim yang baru ini, secara administrsai ada surat-surat yang harus kami buat untuk mendorong agar proses pencairan insentif ini bisa segera direalisasikan. Dengan sistim yang baru, dalam hal penganggaran ini, RSUD berada di bawah Dinas Kesehatan. Perubahan-perubahan seperti inilah yang mengharuskan kita juga untuk menindaklanjuti dengan membuat surat-surat terkait soal itu,” ujar Daniel Maipon. ************Pada pertemuan itu, Plh. Bupati Nabire tidak menjanjikan tanggal pasti kapan insentif tenaga medis itu bisa dibayarkan. Karena, lanjut dia, ada proses yang harus dilalui dan itu membutuhkan waktu. Hanya saja, tegasnya, para tenaga medis agar bersabar karena insentif terhutang di tahun 2020 sudah dianggarkan di tahun 2021 ini. ************Terkait dengan insentif tenaga medis tahun 2021 dan honor bagi tenaga honorer RSUD Nabire yang dikhawatirkan tidak dianggarkan, kata Daniel Maipon, jika sudah ada informasi itu sudah barang tentu akan disampaikan oleh Direktur RSUD Nabire sebagai kepanjangan tangan dari pimpinan daerah.

Setelah mendapatkan penjelasan, akhirnya para tenaga medis RSUD Nabire meninggalkan tempat pertemuan. Sementara itu, Plh. Bupati Nabire melanjutkan pertemuan dengan sejumlah instansi terkait, salah satunya untuk menindaklanjuti apa yang dikeluhkan oleh para tenaga medis RSUD Nabire tersebut. (ros)