Tiga Dasar Perbedaan KBM Daring dan KBM Tatap Muka
NABIRE - Diketahui bahwa sudah dua tahun lebih Covid-19 telah melanda dunia ini dan telah mengganggu aktifitas dan perekonomian masyarakat b
NABIRE - Diketahui bahwa sudah dua tahun lebih Covid-19 telah melanda dunia ini dan telah mengganggu aktifitas dan perekonomian masyarakat bahkan telah menelan banyak korban jiwa manusia.
Ketika Covid-19 terus bergerak atau meningkat dan menyebar di mana–mana, pemerintah melalui Menteri Pendidikan terus berupaya mencari pola Kegiatan Belajar Mengajar (KBM) yang tepat.
Sehingga ditetapkan KBM Daring dan Luring, guna anak mendapatkan pelayanan pendidikan walaupun tidak maksimal dengan cara belajar melalui HP Android dan pengambilan tugas langsung di sekolah.
Dengan cara belajar Daring dan Luring yang telah ditetapkan pemerintah, sesungguhnya ada 3 dasar perbedaan daring dan KBM tatap muka yang harus dipahami oleh guru, murid, orang tua murid dan masyarakat.
Dasar perbedaan itu antara lain, penyerapan/daya serap materi pelajaran pasti akan berbeda antara anak yang belajar daring dan KBM tatap di setiap hari efektif belajar.
Yang lebih parah lagi, pembentukan karakter anak pada saat KBM tatap muka akan jalan secara maksimal. Karena guru akan memberikan penilaian langsung, sementara anak yang belajar daring sangat sulit pembentukan karakternya.
Dan fakta yang muncul saat ini dalam KBM Daring, terlihat para peserta didik tidak konsisten. Sehingga ada tugas yang dikerjakan anak dan ada pula anak yang tidak kerjakan dan mengirimkan tugas ke guru.
Untuk itu pihak sekolah (guru, red) menilai, dengan adanya KBM Daring orang tua murid kurang memberikan pendampingan secara maksimal bagi anak saat menerima tugas dari guru. (des)
Bagikan artikel ini



