Tiga Hal Utama Bagi Orang Tua dan Guru
NABIRE - Orang tua murid, pihak sekolah dan lingkungan masyarakat dimana kita tinggal dan berada anak dapat memberikan pendampingan, bimbing
NABIRE - Orang tua murid, pihak sekolah dan lingkungan masyarakat dimana kita tinggal dan berada anak dapat memberikan pendampingan, bimbingan, terima asah, asih dan asuh oleh ketiga komponen bersama kepada anak agar begitu dia besar dapat beradaptasi yang baik dan benar.
Demikian disampaikan Sekretaris Dinas Pendidikan Kabupaten Nabite, Victor Tebai, S.Sos.,MAP di sela-sela kegiatan pelatihan dan sosialisasi pendidikan keluarga yang dilaksanakan pada Jumat (31/7), bertempat di aula pertemuan TK Santo Antonius Bumiwonorejo Nabire.
Dikatakan Victor Tebai, anak membentuk pintar atau tidak melalui ketiga komponen, yakni orang tua, pihak sekolah dan lingkungan masyarakat.
Ketiga pihak harus bekerja keras bersama membimbing, mendidik anak, yaitu asah, asih dan asuh yang baik kepada anak-anak kita agar kedepan mereka kita besar, hidup kehidupan mereka bisa bermanfaat bagi semua orang.
Mengapa dikatakan demikian, kita bisa lihat dan ikuti perkembangan zaman global ilmu pengetahuan tehnologi semakin canggih dan maju serta berkembang dunia kehidupan manusia, maka generasi muda Papua khususnya Kabupaten Nabire, generasi muda-mudi sudah terjerumus kedalam miñuman keras (berarkohol), aibon, isap ganja, seks bebas dan lain sebagainya.
Memutuskan mata rantai ini ketiga komponen bekerjasama yang baik dan benar untuk membentuk anak didik yang baik dimulai dari usia dini hingga jenjang pendidikan lebih tinggi.
Di kesempatan yang sama, Ketua IGTK Kabupaten Nabirè, Gekrim Korwa, S.Pd yang juga Kepsek TK Imanuel Kotalama Nabire menyampaikan materi tentang fisologi anak dengan menjelaskan, bahwa masalah atau pekerjaan apapun yang anak laksanakan di rumah maupun di sekolah, akan membentuk dan mengasah otak yang lebih pintar sehingga kita sebagai orangtua dan para guru di sekolah punya tugas mengontrol, mengawasi, mendampingi mereka dengan baik.
Kita tidak perlù marah sama anak didik kita karena mengganggu konsentrasi pikiran anak.
Di situasi pandemi Covid 19 saat ini, kita ikuti gugus protokol petugas kesehatan sehingga proses belajar mengajar dari guru kepada murid lewat HP android, tetapi para orang tua yang tidak punya HP rajin datang kontrol di sekolah sama guru kelasnya.
Mereka kasih bahan tugas untuk anak belajar di rumah, jadi orang tua harus mendampingi anak dan ajak belajar tugas yang diberikan.
Selanjutnya, kegiatan dimaksud akan ditutup oleh Sekretaris Dinas pendidikan Kabupaten Nabire Victor Tebai, dalam arahannya mengatakan sebenarnya semua orang tua murid 60 itu perlu hadir bersama mengikuti kegiatan pelatihan sosialisasi dan pendidikan keluarga tetapi mereka yang lain tidak sempat hadir mengikuti kegiatan dimaksud sehingga orang tua yang ikut hadir sebagai mewakili mereka kembali ke rumah dapat memberikan atau menjèlaskan ilmu kepada yang lain.(modes)
Bagikan artikel ini



