NABIRE – Tindak lanjut dari penyelesaian sengketa tanah di Kampung Bumi Mulia (SPC) yang dilaksanakan musyawarah bersama SSabtu (18/7) pekan lalu, dilanjutkan musyawarah bersama Sabtu (25/7) di SD Inpres Negeri II Bumi Mulia (SPC), Distrik Wanggar.

Hasilnya, telah dibentuk tim turun lapangan mengecek dimana ada tanah bermasalah.

Sekaligus dibuat patok antar batas satu sama lain agar kedepan tidak terjadi masalah lagi.

Tim yang dibentuk dalam waktu dekat turun lapangan melihat secara dekat agar kedepan semua warga masyarakat tinggal disini bisa berkebun dengan tenang.

Turut hadìr saat musyarawah masalah sengketa tanah Kadistrik Wanggar, perwakilan dari apparat kepolisian dan TNI, lembaga adat Suku Wate, kepala dan aparat kampung, Bamuskam, Babinsa, Kamtibmas serta tokoh masyarakat dan tokoh lainnya.

Dikatan Kakam Bumi Mulia, Yulius Mote, kita tidak boleh mengecewakan satu sama lain.

Terkait persoalan ini, kata dia, kita bicarakan mencari solusi yang terbaik untuk disepakati dan dikerjakan bersama.

“Kami tidak akan kecewakan warga kita mencari dan mengamakan satu persepsi untuk memberikan solusi yang terbaik.

Agar warga juga tidak mengalami kesulitan karena kita adalah satu tujuan mencari hidup dan tinggal aman,” katanya.

Kadistrik Wanggar, Otis Money juga selaku sekretaris lembaga adat Suku Wate mengatakan, semua pihak kita mencari hidup yang aman, tenang dan damai hingga semua pihak bentuk tim dan tim itu akan turun lapangan.

Tambahnya, tim yang sudah terbentuk untuk segera turun melihat sengketa tanah.

Selanjutnya kita akan menyelesaikan sengketa tanah itu dengan aman dan tenang.

Tim yang dibentuk terdiri dari pihak distrik, aparat keamanan kepolisian dan TNI, lembaga adat, aparat kampung dan tokoh masyarakat.

Diharapkan tim yang akan turun menyelesaikan persoalan tanah itu tidak mengecewakan warga Kampung Bumi Mulia.

Tetapi mencari jalan terbaik agar warga juga bisa tinggal dengan aman.

Pada kesempatan yang sama, Ketua Lembaga Adat Suku Wate di wilayah Distrik Wanggar, Doùrus Raiky mengatakan, semua suku yang ada di Kampung Bumi Mulia ini sama-sama mencari hidup tenang.

Sehinggga pihaknya tidak akan kecewakan satu sama lain, tapi kita akan cari solusi yang terbaik.

Agar semua masyarakat bisa tinggal tenang dan aman.

“Itulah harapan kita bersama, jadi tidak boleh terjadi masalah tapi kita cari solusi terbaik supaya semua warga tidak mengalami kesulitan,” tambahnya.

Perwakilan dari aparat kepolisian mengatakan, kita ribut tidak menyelesaikan masalah dan tidak bisa mencari solusi yang terbaik.

Diharapkan semua pihak tenang dan dengar baik-baik masalah apapun kita selesaikan dengan hati yang dingin pasti selesai.

Langkah itu yang kita pakai dan gunakan menyelesaikan dengan aman dalam kekeluargaan.

Hal senada juga disampaikan perwakilan dari apparat TNI, katanya, kita terima dengan hati yang dingin agar persoalan bisa selesai cepat.

Kata dia, tidak perlu panjang lebar karena masalah sudah jelas kita bisa selesaikan dalam kekeluargaan.

Tim yang akan turun lapangan akan mengambil data, patok dan lainnya.

Setelah selesai akan mengadakan musyawarah bersama untuk memberikan warga alternatif terbaik bagi warga setempat kedepan agar warga masyarakat juga tidak mengalami kesulitan . (modes)