NABIRE - Tim gabungan TNI/Polri, Basarnas dan pihak penerbangan helikopter berhasil mengevakuasi tiga korban Heli PK USS Bell 212 milik PT. NUH yang diduga lost contact di wilayah Kabupaten Paniai, Papua, Kamis lalu. Keberadaan ketiga korban selamat itu saat ini sedang dirawat di RSUD Nabire. Untuk proses evakuasinya sendiri sesuai keterangan pihak SAR secara umum berjalan aman dan lancar, walaupun dengan medan yang berat serta sulit dengan sangat dramatis.

Dalam jumpa pers, di Posko Penyelamatan SAR Areal Bandara Nabire, Gusti Anwar Mulyadi selaku Kakansar Biak didampingi sejumlah pejabat TNI/Polri diantaranya Danlanud Timika, Kapolres Nabire dan Kasdim 1705/Paniai serta pihak maskapai helikopter menegaskan, proses evakuasi dan penyelamatan korban berhasil dilakukan berkat kerjasama semua tim di lapangan. 

Usai penjemputan di Bandara Nabire yang dihadiri, Dandim 1705 Paniai Letkol Inf. Beny Wahyui, Msi.Han, Komandan (Dan) AU Letkol Penerbang Anggi Pribowo, Wakapolres Nabire Kompol Samuel D. Tatiratu, S.IK, Kapolsek Kota AKP Burhanuddin P, Kapolsubsektor Bandara Nabire Ipda P. Paranoan, Pasi Ops 753 Lettu Inf. Fatwa Nizar bersama 13 personil, Kepala Posko Kantor Basarnas Biak Gusti Anwar, SH (selaku esensi) bersama segenap personil SAR dan segenap personil gabungan TNI/Polri dan Dinas Perhubungan Bandara Nabire, para korban dibawa ke RSUD Nabire guna dirawat secara insentif.

Sesuai keterangan pihak Posko SAR menyebutkan kronologis evakuasi korban sebagai, pada hari Sabtu tersebut dimulai sekitar pukul 06.00 WIT, dimana telah Take Off Helikopter Airfast bantuan dari PT. Freeport Indonesia dari Bandara Moses Kilangin Timika menuju TKP jatuhnya helikopter PK USS di Kali Degeuwo Kabupaten Paniai guna melakukan pemetaan lokasi dan pengevakuasian korban di TKP. Selanjutnya, sesuai keterangan Gusti Mulyadi dan lebih dijelaskan Danlanud Biak dan Kapolres Nabire, pada pukul 08.30 WIT Helikopter Asian One PK LTA take off dari Bandara Nabire menuju Siriwo KM 100 untuk melakukan evakuasi korban. Sekira pukul 09.40 WIT ketiga korban diangkat dengan tali safety di TKP jatuhnya heli lewat jalur udara menggunakan Helikopter Airfast Freeport dievakuasi sementara di KM 100 untuk mendapatkan penanganan medis awal.

Pada pukul 10.30 WIT, Helikopter Asian One tiba di Bandara Douw Aturure Nabire membawa dua (2) orang korban masing-masing Erik Kurniawan dan Endi Nawalaga kemudian dievakuasi ke RSUD Nabire. Sementara itu, Korban Aswar Jamal (31 tahun) HLO (Hely Loading Operation), yang diduga mengalami patah tangan sebelah kiri pada pukul 10.55 WIT baru bisa dijemput atau dievakuasi dengan menggunakan Helikopter Carakal TNI AU di KM 100, dan tidak berselang lama telah tiba di Bandara Nabire dan langsung dirawat di RSUD Nabire. Secara umum, proses evakuasi yang melibatkan tim gabungan TNI/Polri, Basarnas dan pihak helikopter berjalan aman dan lancar.(wan)