TK Santo Antonius Tamatkan 22 Siswa
NABIRE – Angkatan VI sekolah Taman Kanak-kanak (TK) St. Antonius Bumi Wonoreja Nabire, menamatkan sebanyak 22 siswa/siswi, Sabtu (12/6
NABIRE – Angkatan VI sekolah Taman Kanak-kanak (TK) St. Antonius Bumi Wonoreja Nabire, menamatkan sebanyak 22 siswa/siswi, Sabtu (12/6/21). Turut hadir pada acara perpisahan, Ketua Yayasan YPPK Tilemans, Kepsek, guru-guru serta orang tua/wali siswa/siswi angkatan VI.
Kepsek TK St. Antonius Bumi Wonorejo Nabire, Petrus Tekege, SH, MH, kepada Papuapos Nabire mengatakan, proses belajar tidak dilakukan tatap muka beberapa bulan sebelumnya. Tetapi guru-guru memberikan tugas-tugas dari sekolah, sementara orang tua datang mengambil tugas di sekolah. Dengan harapan anak bisa belajar dari rumah bersama orang tua.
Lebih lanjut dikatakan, tahun ini merupakan tahun keenam dan angkatan keenam TK ini berdiri sejak tahun 2015.
“Di tahun yang pertama kami tamatkan ada sembilan siswa pada siswa yang masuk pada saat itu,” ujarnya.
Di tahun yang kedua, sebanyak 16 siswa dan kemudian di tahun yang ketiga dan tahun keempat masing-masing 30 siswa. Dan pada tahun yang kelima itu ada 28 siswa, sementara di tahun ini, tahun yang keenam sebanyak 22 siswa. Kata dia, jumlah siswa yang telah ditamatkan dari TK ini sebanyak 129 siswa.
“Kami lakukan open penyelenggara dengan lancar dan baik meskipun dilanda Covid-19 yang tentu bukan di Nabire saja tapi di Papua, Indonesia bahkan mendunia. Proses belajar yang kami lakukan diterapkan menggunakan protokol kesehatan, dimana guru-guru mendatangi rumah-rumah,” jelasnya.
Lebih lanjut dikatakan, kesepakatan bersama ditetapkan para orang tua dan guru di sekolah. Dimana anak-anak diukur dalam tiga tempat, disana mereka belajar dengan cukup lancer.
Dirinya juga memberikan apresiasi kepada para guru yang sudah melaksanakan tugas dengan baik sebagaimana sekolah normal. Anak-anak yang telah tamat ini telah siap masuk Sekolah Dasar (SD). Sehingga diharapkan kepada orang tua untuk menjaga, merawat, membina, melatih anak dengan baik, di rumah orang tua sebagai guru.
Pada kesempatan yang sama, Ketua Yayasan YPPK Tilemans, Suster Verdania, SHM, mengatakan, walaupun ada banyak anak yang mendaftar pihaknya bersyukur tidak terkena Covid-19 baik itu guru-guru maupun siswa.
“Apresiasi percaya kepada Tuhan, yang dijaga, dirawat semoga kita bisa benahi sehingga diharapkan menjaga anak-anak terus menerus dari orang tua dijaga anak itu baik dan benar. Agar mereka menjaga kesehatan yang baik dalam keluarga maupun di sekolah maka proses belajar mengajar guru-guru dari sekolah saja tidak cukup,” ujarnya.
Dikatakan, di rumah juga orang tua sebagai guru mendidik, membina, menjaga, merawat dan tidak dibiarkan begitu saja. Tetapi orang tua sebagai guru di rumah diharapkan supaya anak-anak dapat selesai TK Santo Antonius supaya mereka tidak dibiarkan begitu saja. Tetapi di rumah orang tua sebagai guru untuk mengontrol, menjaga, membina, mendidik diajak doa, belajar, bekerja dan pula rajin masuk gereja dalam satu keluarga itu sama-sama supaya pertumbuhan iman dan moral anak bisa dapat bertumbuh baik. (modes/don)
Bagikan artikel ini



